Beritahati.com, Jakarta - Setelah Otto Hasibuan, kini giliran Fredrich Yunadi mengundurkan diri sebagai tim kuasa hukum tersangka korupsi e-KTP yakni Ketua DPR dan Ketum Partai Golkar Setya Novanto.


Hal tersebut disampaikan Fredrich sejak kemarin, Kamis (7/12) kepada Setnov di Rutan KPK.


"Sudah, secara lisan (disampaikan) kemarin. Sudah diberitahukan (kepada Setya Novanto)," kata Fredrich kepada wartawan, Jumat (8/12).


Fredrich menyampaikan pengunduran diri hampir bersamaan dengan Otto Hasibuan ketika menjenguk Setnov. Menurutnya, terhitung hari ini, dirinya sudah tidak lagi mendampingi Novanto dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.


"Untuk kasus yang disidik KPK ditangan Maqdir, saya dan Otto mengundurkan diri," ujarnya melanjutkan.


Maqdir yang diucapkan Fredrich adalah Maqdir Ismail, pengacara yang sekarang tersisa menangani Setya Novanto. Dengan demikian, ia meminta kepada wartawan agar mulai detik ini juga, semua pertanyaan seputar kasus hukum yang sedang membelit Setya Novanto jangan ditujukan kepadanya lagi, melainkan Maqdir.


"Lain kali kalau ada apa-apa tanya Maqdir ya," ujarnya.


Fredrich menyatakan, keputusan mundur ini bukan karena ada masalah dengan kliennya tersebut. Bahkan, kata Fredrich, Setya sendiri telah menerima dengan baik pengunduran dirinya.


"Enggak ada masalah apa-apa. Kita sama Pak SN juga tidak ada perbedaan pendapat, tapi (pengunduran diri ini) karena ada sesuatu hal yang kita enggak bisa lakukan," kata dia.


Sebelumnya, Otto Hasibuan memang benar sudah lebih dahulu mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi, yang disampaikan di Gedung KPK. Surat resmi pengunduran diri sudah disampaikan kepada Setya Novanto dan penyidik KPK.


Berbeda dengan Fredrich, dalam hal ini Otto mengatakan penyebab pengunduran dirinya karena ada hal yang tak disepakati bersama dengan Setnov dalam penanganan kasus korupsi e-KTP.