Gerindra Beri Waktu 10 Hari La Nyalla, Untuk Bangun Koalisi Jika Ingin Maju di Pilgub Jatim 2018 

Gerindra Beri Waktu 10 Hari La Nyalla, Untuk Bangun Koalisi Jika Ingin Maju di Pilgub Jatim 2018 

Reporter : Muhammad

Beritahati.com, Surabaya - Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadim Jatim), La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur, di deadline 10 hari untuk menggalang koalisi dengan partai lain. Yakni, sampai tanggal 20 Desember 2017 mendatang harus terpenuhi. Jika tidak bisa, maka surat tugas diturunkan oleh DPP Partai Gerindra otomatis sudah tidak berlaku. 

 

Surat rekomendasi bernomor: 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 tertanggal 10 Desember 2017. Bertanda tangan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Sekjen H Ahmad Muzani.

 

Abdul Malik, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra berharap agar Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno dan Sekretarisnya Anwar Sadad aktif untuk menggalang koalisi partai. "Untuk mencari koalisi partai itu jelas tugas ketua dan sekretaris, jadi bukan domain Pak Nyalla, dalam aturan itu sudah jelas," ujarnya, (13/12). 

 

"Kami minta semua kader partai bersatu, mendukung instruksi DPP. Untuk itu, kami mengimbau agar seluruh kader partai dikumpulkan dan disosialisasikan terkait dukungan kepada pak La Nyalla," tuturnya.

 

Sementara, sekertaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad mengaku belum mengecek surat tersebut. Pastinya surat penting seperti itu ada tembusannya ke DPD. Kendati demikian, pihaknya mengaku akan patuh pada semua putusan DPP.

"Tidak ada masalah sebenarnya mengisi poros emas, yang ada masalah itu, kalau mengisi poros emas, tanpa ada tahapan yang harus dilakukan," jelasnya.

 

Terkait, persyaratan yang ada di dalam surat tersebut, Sadad menyatakan siap membantu La Nyalla dalam berkomunikasi dengan partai-partai lain. Tentunya dengan harapan La Nyalla dapat juga menjalankan perintah dengan baik. 

 

 

Sedangkan, La Nyalla Matiliti  berterima kasih atas di terbitkannya surat tugas tersebut. “Insya Allah kami akan menjalankan perintah dalam surat tugas ini dengan baik, dengan sekuat tenaga,” ucapnya kepada wartawan.

 

"Dalam waktu dekat, kami akan mengonsolidasikan kekuatan untuk memenuhi persyaratan pencalonan. Termasuk dengan mengintensifkan komunikasi ke sejumlah partai lain seperti PAN, khususnya dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Sejauh ini kami berkomunikasi dengan cukup baik dan intens,” ungkapnya. 

 

Selain itu, saat ini kami terus melakukan rekrutmen relawan yang sudah tersebar di 38 kabupaten/kota. Saya juga akan terus berkeliling ke seluruh wilayah Jatim untuk bergerak. Di lapangan sudah on dan tinggal jalan saja,” tukasnya.

 

Di tambahkan La Nyalla, bahwa dirinya optimistis jalan untuk menjadi Calon Gubernur Jatim dan terpilih sebagai Gubernur Jatim bisa terealisasi. Optimisme itu didasari aspirasi publik yang dia jaring selama turun ke berbagai daerah.

“Saya menangkap getaran yang sangat kuat dari rakyat tentang kerinduan pada perubahan, kerinduan pada masyarakat yang lebih berkeadilan,” tandasnya. 

 

Dalam butir pertama surat tersebut, DPP menugaskan La Nyalla untuk membangun koalisi dalam Pilgub Jawa Timur. Pasalnya, Gerindra hanya punya 13 kursi di DPRD Jawa Timur, sehingga dibutuhkan 7 kursi tambahan untuk bisa mendaftar di KPU Jatim.

 

Selain menugaskan menggalang partai koalisi, dalam butir kedua, Prabowo juga meminta agar La Nyalla melengkapi struktur pemenangan. Apabila sampai tanggal 20 Desember 2017, tidak mampu memenuhi persyaratan nomor 2 dan 3, maka surat tugas ini tidak akan berlaku lagi. 

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top