Beritahati.com, Jakarta - Berbeda dengan calon politisi lain, awal wawancara Beritahati dengan putera asli Gorontalo Utara langsung memunculkan kesan yang tidak biasa. Berkeinginan maju menjadi Calon Wakil Bupati, Syaiful Hasania yang juga menjabat sebagai Ketua Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Indonesia (Aperindo) Provinsi Gorontalo bercita-cita mensejahterakan, memajukan Gorontalo Utara dengan konsep pengembagan industri Informasi Teknologi (IT).


Lantas apa gambaran realisasi dari konsep ini, apakah ini semata-mata upaya mendulang simpati dan suara dari masyarakat Gorontalo Utara? Berikut ulasannya


Syaiful Hasania yang mengawali perjalanan karir pribadinya sebagai karyawan dibidang informasi teknologi di perusahaan telekomunikasi.


Tak betah berlama-lama menjadi karyawan, Syaiful pun membuka usaha dibidang hiburan, namun peruntungan tampaknya belum berpihak padanya. Dua tahun kemudian, Syaiful banting stir memulai bisnis perikanan, bermodal kepercayaan, dirinya akhirnya sukses menjadi pengusaha bidang perikanan


Tak berhenti sampai disitu, di tahun 2009, kembali bermodal kepercayaan, Syaiful mulai berkecimpung di bisnis properti hingga kini. Kini, Syaiful berani memastikan terjun ke dunia politik karena kembali dilandasi oleh faktor kepercayaan yang diberikan kepadanya dari tokoh masyarakat serta keluarganya.


"Berkali-kali tokoh masyarakat meminta saya untuk terjun ke politik, namun baru kali ini, setelah dapat restu dari istri jadi lengkap," katanya kepada Beritahati.com, di Jakarta, akhir pekan (16/12) lalu.


Lalu apa sebenarnya pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat Gorontalo Utara yang ditawarkan Syaiful Hasania.


Bila kita melihat intisarinya, kedepan ia ingin sekali memajukan industri perikanan, laut dan hasil bumi Gorontalo Utara.


"Kondisi Gorontalo Utara saat adalah; pertama kategori kabupaten termiskin, duit tidak ada yang berputar, padahal sumber daya alamnya sangat banyak. Aku punya ide ekonomi kerakyatan, sebagai contoh, daerah ini 75 persennya laut, ada 3000 nelayan, nah 3000 ini kalau kita berdayakan, agar hasil ikan bisa dinikmati nelayan. idenya, merubah market, yang butuh ikan datang ke gorut, dan syaratnya, buka pabrik ikan, dan dari sini tenaga kerjanya. Insvestor buka pabrik disana," katanya.


Termasuk lewat informasi teknologi "Kopra, cengkeh, beras, pala sangat banyak, caranya juga sama, investor datang kesini, dipekerjakan orang gorut. Lalu, saya ingin mengiklankan hasil laut dan bumi di website sehingga semua tahu potensi luar biasa yang dimiliki daerah ini," lanjutnya


Selain itu, ia ingin sekali menjadikan Gorontalo Utara memiiki pemerintahan kuat dan dekat dengan rakyat, tidak terhambat birokrasi, mudah, terbuka, dan maju. Dan strateginya adalah memperkuat pengembangan informasi teknologi (IT) didaerah tersebut.


"Ada 13,3 triliun dana KUR yang dikucurkan pemerintah pusat, tapi di Gorut tidak ada hasilnya. Nah, untuk mengoptimalkan semua program pemerintah dan daerah, dengan website tidak perlu sosialisasi banyak-banyak, kita bisa pantau, kontrolnya enak. Secara teknis kita pasang wifi gratis, jadi semua informasi terupdate. Dari sisi sumber daya manusia, gak perlu sekolah keluar negeri semua ada di website," paparnya.


Dan menurutnya, tugas terberat menwujudkan visi ini adalah dengan bekerja keras bersama baik pejabat, swasta ataupun masyarakatnya.


"Kita bikin Gorut jadi kabupaten IT dan bisa mengiklankan produk perdagangannya secara mandiri. Untuk itu, mewujudkan sebuah kabupaten IT hanya bisa terealisasi dengan kerja keras dan dari kerja keras adalah tingkat korupsi otomatis akan terpangkas, tidak perlu studi banding, bisa jual produk," simpulnya.