Beritahati.com, Jakarta-Banda Aceh - Desa Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh ditetapkan sebagai 'Gampong Sadar Kerukunan Beragama', Kamis (28/12), pasalnya, dengan Provinsi Aceh yang menerapkan syariat Islam, Gampong justru dihuni warga multi etnis dengan 5 (lima) agama dan hidup rukun.


Penetapan Gampong sebagai daerah Sadar Kerukunan Beragama ini setelah melewati rangkaian penilaian Tim Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Pengukuhan atas Gampong turut dihadiri perwakilan lintas Agama, yaitu Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Budha dan Hindu.


Ketua FKUB Banda Aceh Abdul Sukur mengatakan, hampir semua rumah ibadah ada di Gampong Mulia, seperti Masjid, Gereja Katolik, Gereja Protestan dan vihara. Namun begitu, kehidupan warga tetap rukun tanpa sedikitpun gesekan.


Secara umum, saat ini jumlah penduduk Banda Aceh sekitar 273.951 jiwa, dengan mayoritas Islam 270.557 jiwa, Kristen Protestan 1.508 jiwa, Kristen Katolik 593 jiwa, Budha 1.263 jiwa dan Hindu 30 jiwa, dengan komposisi rumah ibadah 92 unit Masjid, 3 unit Gereja Protestan, 1 unit Gereja Katolik, 4 unit Vihara dan 1 Kuil Buddha.


Dan sejak dahulu kala, Banda Aceh tidak pernah mengalami konflik antar umat beragama maupun antar etnis. Dan hal ini terpancar dari eksistensi Desa Gampong Mulia di sana.


Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan, pengukuhan Desa Gampong Mulia sebagai 'Gampong Sadar Kerukunan' merupakan lambang pengakuan atas harmonisnya kehidupan antar umat beragama di Banda Aceh. Dengan begitu, dapat menjadi contoh bagi keteladanan, keberagaman dan kerukunan yang ditopang kuat oleh kearifan lokal.


Aminullah lanjut menuturkan, Banda Aceh harus menjadi tolak ukur bagi kota-kota lain di Indonesia, dimana penegakan Syariat Islam bukanlah alasan untuk bersikap otoriter, represif terhadap umat agama lain, untuk menindas, atau berlaku sewenang-wenang.


“Karena Syariat Islam juga mengatur bagaimana pergaulan dan penghormatan kepada umat agama lain, tak peduli seorang manusia itu beragama apa atau berasal dari suku mana. Semoga kebersamaan dalam perbedaan dan keberagaman ini dapat terus terjalin sampai akhir nanti,” tutup Aminullah.