Beritahati.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fery Juliantono memprediksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kehilangan dukungan masyarakat jika terus membangun infrastruktur tanpa menyeimbangkan dengan kondisi ekonomi masyarakat.


"Jika Jokowi masih meneruskan ilusi infrastruktur, kemungkinan posisinya akan terdelegitimasi secara natural," kata Ferry dalam sebuah diskusi di Guntur, Jakarta Selatan.


Fery berpendapat, perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang cukup mengkhawatirkan dengan utang luar negeri bertambah banyak dan daya beli masyarakat menurun.


"Jika urusan perut tidak diselesaikan, bagaimana masyarakat bicara politik," ucapnya.


Sementara itu, Direktur Program Institute for Development of Economics and Financial (Indef) Berly Martawaday berujar, secara data dan ranking, perekonomian Indonesia berada dalam keadaan baik, bahkan semakin baik.


Namun menurut Berly, permasalahan ekonomi dapat menjadi peluang sekaligus tantangan ekonomi Jokowi menuju Pilpres 2019.


"Jokowi itu punya target meningkatkan ekonomi hingga 5,4 persen pada 2018 dan masyarakat punya ekspektasi tinggi kepada Jokowi. Jika Jokowi tidak mampu memenuhi itu, bisa saja terjadi delegitimasi secara alami itu," tutur Berly.


Lanjut menuturkan, Berly menilai, pembangunan infrastruktur memang sangat diperlukan untuk membangun ekonomi dan menarik investor ke Indonesia.


"Namun masyarakat Indonesia ini lebih banyak yang tidak sabar dan hobi menagih janji. Dan Jokowi dari awal sudah berjanji untuk percepatan infrastruktur dan ekonomi," imbuhnya.


Jokowi harus bisa menjelaskan kepada masyarakat bahwa membangun infrastruktur itu butuh waktu. Apalagi memperbaiki keadaan Papua dan daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia yang sangat tertinggal serta tidak diperhatikan pertumbuhannya oleh para Presiden sebelumnya, bahkan sejak era Orde Baru kekuasaan Presiden Soeharto yang katanya diklaim sebagai Bapak Pembangunan.