Beritahati.com, Jakarta - Kuliner daging anjing kerap menjadi sesuatu yang pelik. Dalam sebuah video reportase bertajuk “Dining on Dogs in Yulin”, seekor anjing putih terkapar di atas kandang, menunggu dikuliti dan dijadikan santapan. Untuk beberapa orang, mungkin akan membangkitkan rasa mual, jijik sekaligus geram. Tapi di Yulin, Cina, ini adalah pemandangan yang biasa.


Di beberapa daerah di Indonesia, mengonsumsi daging anjing juga merupakan bagian dari tradisi. Sajian daging anjing ini dikenal dengan nama RW atau rintek wuuk, diambil dari bahasa Manado yang artinya “bulu halus”. Biasanya hidangan ini disajikan ketika ada pesta pernikahan dan perjamuan besar lainnya.


Namun kini, daging anjing tak hanya disuguhkan dalam perhelatan besar saja. Tercatat, bisnis kuliner daging anjing makin meningkat dari tahun ke tahun di berbagai kota besar di Indonesia. Khususnya Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Warung-warung makan yang menjual RW pun menjamur.


Ada yang diam-diam, namun tak sedikit pula yang terang-terangan. Orang-orang mengonsumsinya karena berbagai alasan, mulai dari pertimbangan kesehatan hingga ekonomi. Misalnya saja di Bali. Pelanggan memakan anjing hitam karena dianggap dapat menyembuhkan asma, dan mungkin penyakit lainnya. Lalu ada juga yang percaya bahwa daging anjing dapat meningkatkan stamina.


Selain itu, dari sudut pandang pertanian yang praktis, memelihara anjing membutuhkan lebih sedikit ruang dan sumber pakan daripada sapi, dan karena itu lebih murah. Maka tidaklah heran jika anjing-anjing makin diburu.


Menurut data dari Dog Meat Free Indonesia, terdapat sekitar satu juta anjing yang dibunuh setiap tahunnya di Indonesia. Mereka ditangkap dan dicuri untuk diangkut ke seluruh wilayah Indonesia, guna memenuhi permintaan daging anjing.


Persoalan menyantap daging anjing tak pernah lepas dari kontroversi, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Berbagai organisasi pemerhati satwa ramai-ramai mengecam perdagangan daging anjing sebagai makanan. Mereka membuat petisi hingga terjun langsung ke lapangan, melobi pemerintah. Risiko kesehatan dari konsumsi daging anjing adalah salah satu hal yang menjadi perhatian mereka.