Nama Ade Komarudin muncul dalam sidang kasus suap pejabat BPK

Nama Ade Komarudin muncul dalam sidang kasus suap pejabat BPK

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Pihak swasta, Direktur PT Ragta Dea Advertising, Apriyadi Malik alias Yaya mengaku pernah menghubungi politikus Partai Golkar Ade Komaruddin setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus suap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ali Sadli pada Jumat, 26 Mei 2017 silam.


Ali Sadli merupakan mantan Kepala Sub-Auditorat III BPK. Ia ditetapkan sebagai terdakwa suap auditor BPK lantaran menerima suap dan gratifikasi dari pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.


Suap diberikan agar BPK memberikan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Kementerian Desa pada 2016.


Jaksa mendakwa Ali menerima gratifikasi berupa uang Rp 10,5 miliar dan US$ 80 ribu dalam kurun waktu 2014-2017. Yaya adalah salah satu pihak yang disebut memberikan uang kepada Ali.


Sedangkan Apriyadi alias Yaya adalah salah satu saksi dalam sidang lanjutan untuk terdakwa Ali Sadli sebagai tersangka.


""Heheh...iya, Akom saya kasih tau, karena dia itu teman. Akom itu maksudnya Ade Komaruddin," ujar Apriyadi kepada jaksa KPK dalam lanjutan sidang kasus suap BPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 8 Januari 2018.


Nama Akom muncul ketika jaksa KPK memperlihatkan transkrip percakapan antara Yaya dan kakak ipar Ali yang bernama Yanuar. Tujuan Yaya menghubungi Akom adalah untuk meminta bantuan atas tertangkap tangannya Ali Sadli.


Dalam percakapan itu, Yanuar mengatakan, "Akom tadi telepon juga." Dan selain menghubungi Ade Komaruddin, Yaya dan Yanuar juga berupaya menyembunyikan aset-aset milik Ali Sadli berupa sejumlah mobil mewah.


Berikut transkrip percakapan antara Apriyadi dan Yanuar yang ditampilkan jaksa KPK:


Apriyadi: Ya abis ngobrol-ngobrolin masalah Ali


Yanuar: Iya ini juga sa


priyadi: He-eh


Yanuar: Akom tadi telpon juga


Apriyadi: He-eh. Iya Akom saya kasih tau


Yanuar: Iya, terus ee kita mau bantu gimana ya, kaya kaya begini kan


Apriyadi: iya


Yanuar: OTT susah juga bos


Apriyadi: Sebenarnya bukan buat Ali itu kan, bukan Ali juga engga tau


Yanuar: Iya, iya tapi kan faktanya itu susah


Apriyadi: Iya sih, Iya hooh


Yanuar: Di kamarnya Ali Gitu loh


Apriyadi: Iya


Yanuar: Susah kalau begitu


Apriyadi: he-eh


Yanuar: Kecuali kaya SN ya


Apriyadi: Iya


Yanuar: itu licin, belut belut


Apriyadi: Iya


Yanuar: Belut, bener-bener belut. Gimana ya menurut lo gimana? Kita harus buat apa? menunggu?


Apriyadi: Belum tahu nih bang, makanya bingung juga kan


Yanuar: Iya gimana ini, katanya dikirim ke tempat (suara tidak jelas)


Apriyadi: Iya makanya itu aku mau tanya itu, Apa diumpetin ke mana aja bagaimana gitu


Yanuar: Oh iya diumpetin iya di mana gitu ada gudang ga dia


Apriyadi: gak ada itu

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top