Beritahati.com, India - Seorang perempuan di Karnatakan, India, bunuh diri setelah mendapat perlakuan tidak menyenangkan karena menjalani hubungan beda agama seorang pria. Korban diketahui sempat mengungkapkan kisah cintanya itu dengan seorang teman lewat aplikasi WhatsApp.


Namun, rekannya itu ternyata tidak bisa menjaga rahasia. Obrolan keduanya di¬-capture hingga akhirnya menyebar ke media sosial. Korban kemudian didatangi oleh lima orang dari kelompok garis keras pada Sabtu 6 Januari. Perempuan yang diketahui berusia 20 tahun itu bunuh diri setelah kunjungan tersebut.


Polisi awalnya menganggap kasus tersebut sebagai bunuh diri biasa. Akan tetapi, penyelidikan diperluas karena ada temuan peran media sosial dalam kematian korban yang namanya dirahasiakan tersebut. Petugas Polisi Senior Distrik Chikkamagaluru, K. Annamalai menuturkan, korban sempat meninggalkan pesan kematian sebelum bunuh diri.


“Korban menyebut ada foto dirinya dengan seorang pria yang berbeda agama. Orang-orang mulai mengomentari unggahan tersebut dan mulai memfitnahnya,” urai Annamalai, seperti dilaporkan BBC, Rabu (10/1).


Ia menambahkan, korban bunuh diri setelah lima orang anggota kelompok radikal itu menyambangi rumahnya. Kelima orang itu mengeluhkan hubungan beda agama perempuan itu kepada ibunya. Hingga kini, polisi berhasil menangkap seorang pria dan memburu empat orang lainnya.


Annamalai memastikan, siapa saja yang mengkritik atau menyerang korban lewat Facebook dan aplikasi WhatsApp, akan ditangkap. Ia yakin kematian korban bukan sepenuhnya kesalahan pribadi.


“Kami yakin sudah masuk dalam kasus pelecehan karena nyawa seorang muda hilang. Kami menyelidiki kasus ini secara serius karena itu bukan kesalahan korban,” tegas K. Annamalai.