Pemkot Bogor : Silat Championship Series I IPSI, Media seni gerus mental tawuran

Pemkot Bogor : Silat Championship Series I IPSI, Media seni gerus mental tawuran

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Bogor - Sebagai seni bela diri khas Indonesia, Pencak Silat hingga saat ini sangat diminati masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya jumlah peserta yang mengikuti Silat Championship Series I yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bogor bersama Komunitas Uncal Bogor.


Perhelatan yang pertama kali dari IPSI Kota Bogor ini mampu menarik partisipasi 1.200 peserta dari berbagai tingkat dan kota. Mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA, yang berasal dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Bekasi dan Sukabumi.


Mereka siap bertanding di GOR Pajajaran, Jalan Pemuda, Kota Bogor pada Sabtu (13/01/2018) dan Minggu (14/01/2018), memperebutkan Piala Wali Kota Bogor (SMA), Piala KONI (SMP) dan Piala Dispora (SD).


Ketua IPSI Kota Bogor Subono Widoyoko mengatakan, event ini bertujuan sebagai ajang berlatih tanding atlet Pencak Silat antar kota mengasah kemampuan dan mental juara. Selain itu, sebagai batu loncatan peserta menuju pertandingan tingkat lainnya, seperti O2SN atau Porda.


“Kami ingin kegiatan ini terus berkelanjutan ke series berikutnya, kalau bisa setahun dua kali,” ujarnya saat audiensi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di Balai Kota, Selasa (9/1).


Ia menuturkan, sebagai seni bela diri khas Indonesia dirinya ingin Pencak Silat semakin memasyarakat dan digemari para remaja. Mengingat Pencak Silat juga bisa menjadi benteng pencegahan tawuran di kalangan remaja. Sebab, di dalam pencak silat diajari juga pendidikan spiritual atau rohani.


“Kami sudah bertemu Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor agar anak-anak sekolah dilatih bela diri pencak silat. Sehingga anak-anak mempunyai aktivitas positif dan seseorang yang berlatih bela diri tidak akan berkelahi di luar karena ia sudah menyadari bahwa bela diri bukan untuk tawuran,” terangnya.


Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya sangat mendukung event ini dan menyarankan agar event serupa ini dapat dikondisikan untuk menarik minat masyarakat datang menyaksikan pertandingan. Jadi bukan hanya keluarga atlet atau supporter saja yang datang menyaksikan pertandingan, melainkan masyarakat luas.


"Apalagi Pencak Silat dapat memberikan dampak kultural bagi anak-anak untuk pantang melakukan tawuran. Kan anak-anak yang suka tawuran itu nggak punya kemampuan bela diri, makanya mereka jadi begitu (suka tawuran)," tandas Bima Arya.


Untuk itu, Bima berjanji akan mendata sekolah-sekolah mana saja yang sudah atau belum ada ekstra kurikuler bela diri Pencak Silat.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top