Beritahati.com, Jakarta - Harga karung beras di Jakarta mengalami kenaikan di kisaran Rp 200 ribu per 50 kilogram. Akibat kondisi tersebut, membuat beberapa harga beras mengalami lonjakan harga sekitar Rp 1.000 hingga rp 1.500 per liternya.


Kondisi ini terjadi di beberapa titik pasar di Jakarta Barat. Beberapa pengecer pasrah dengan kondisi yang telah terjadi sejak sebulan terakhir.


Salah seorang pedagang beras di Pasar Palmerah Jakarta Barat, Ziki (23) mengatakan untuk karung beras dengan berat 50 kilogram (Kg) yang tadinya dijual dengan harga Rp 500 ribu menjadi Rp 700 ribu.


“Dahulu harganya Rp 500 ribu, sekarang harganya mencapai Rp 700 ribu,” ujar Ziki di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (10/1).


Ziki melanjutkan untuk beras rojo lele berat 20 kilogram kenaikan harga mencapai Rp 55 ribu. Dari harga Rp 200 ribu menjadi Rp 255 ribu.


Sedangkan untuk harga beras eceran, kenaikan juga terjadi di beberapa jenis beras. Mulai dari yang beras kualitas serendah,kenaikan harga terpantau sekitar Rp 8.000 dari harga Rp 7.500.


Sementara untuk harga beras terbaik harga Rp 10 ribu dari harga Rp 9.000,di tambah untuk beras kualitas premium karung 5 kilogram, harga beras capai Rp 65 ribu dari harga Rp 60 ribu.


“Kenaikan sudah terjadi sejak bulan desember lalu,” ujar Ziki.


Pedagang beras lainnya, Amir (47) mengatakan harga beras meningkat drastis setelah tahun baru kemarin. Peningkatan ini terjadi tak hanya pada beras eceran melainkan harga karung karung beras.


“Seperti harga beras merah dari Rp 12 ribu menjadi Rp 14 ribu per liternya” ujar Amir.


Sementara untuk beras pandan wangi terpantau harganya dari Rp 14 ribu dari harga Rp 12 ribu.


Amir mengatakan imbas dari kenaikan ini membuat pembeli menjadi berkurang. Bila sebelumnya ia mampu menjual 20 karung tiap hari, sekarang paling banyak karung sebanyak 5 karung.


“Yah mau gimana ngga rugi rugi banget sih,” tuturnya.


Seorang pembeli, Astri (39). tak bisa berbuat banyak dengan kenaikan ini. Pengusaha catering ini pasrah dengan kondisi itu.


“Saya tidak bisa naik harga makanan, apalagi ngurangi porsi,” ucapnya.


Mensiasati itu, Astri mengakui dirinya terpaksa hanya mendapatkan keuntungan sedikit. Ia pun berharap pemerintah pusat berbuat banyak agar harga beras stabil.