Beritahati.com, Jakarta - Terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto akhirnya memutuskan untuk mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Setnov pun menyatakan siap bekerja sama dengan KPK untuk membongkar siapa saja yang terlibat dalam kasus e-KTP.


Syarat menjadi justice collaborator adalah seorang tersangka harus mengakui terlebih dahulu semua perbuatannya. Kemudian ia membongkar semua orang yang terkait dalam kasus yang dihadapinya. Setelah itu, saat semua masuk penjara, justice collaborator akan mendapatkan reward sedikit pengurangan hukuman.


Dengan menjadi justice collaborator, akan menjadi pertimbangan dari Majelis Hakim dalam menjatuhkan vonis terhadap Setya Novanto.


KPK sudah menerima permohonan menjadi justice collaborator tersebut, dan akan mempelajarinya.


"SN (Setya Novanto) sudah mengajukan surat secara resmi untuk memohon JC. Tentu kita terima dulu, baca, pelajari, kemudian pertimbangkan," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (10/1).


Febri menegaskan, aturan atau syarat hukum dalam menjadi JC memang benar mengakui semua perbuatannya terlebih dahulu. Lalu tersangka harus menyatakan bersedia untuk bekerja sama serta mau dan berani membuka keterlibatan aktor besar di balik kasusnya.


"Prinsip JC itu adalah pertama, pelaku mau bekerja sama. Kedua, pelaku mau terbuka terkait keterlibatan pihak lain, aktor lebih tinggi. Pelaku bisa merupakan pelaku utama atau tidak," sambung Febri.


Kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wujaya membenarkan informasi keinginan Setnov untuk mengakui semua perbuatannya kemudian mengajukan diri menjadi JC untuk kasus korupsi e-KTP.


Sementara itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers menyampaikan, dengan menjadi justice collaborator diharapkan kasus e-KTP semakin terbuka.


"Soal JC, kita harapkan sepeti itu," tegas Basaria.


Kasus korupsi e-KTP ini merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Dan sejauh ini, Pengadilan Tipikor sudah menjatuhkan vonis kepada pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto, serta pihak swasta Andi Agustinus alias Andi Narogong. Sedangkan Setya Novanto adalah orang berikut yang sedang diproses hukum dalam sidang di Pengadilan Tipikor.


Adapun terjeratnya Setnov dalam kasus ini adalah akibat sebelumnya Andi Narogong menjadi justice collaborator, lalu membeberkan keterlibatan Novanto dalam pengaturan anggaran dan pembagian uang e-KTP.