Beritahati.com, Bogor - Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Agus Kriswanto meneruskan tongkat komando sebagai Pangkostrad yang baru setelah Panglima sebelumnya, yakni Letjen TNI Edy Rahmayadi mengajukan pengunduran diri beberapa waktu lalu.


Rotasi tersebut tertuang dalam Keputusan Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/12/2018, tentang "Pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan tentara nasional Indonesia," yang ditetapkan pada Kamis, 4 Januari 2018 oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.


Sedangkan posisi Dankodiklat yang sebelumnya dipegang Agus Kriswanto, diisi oleh Mayjen TNI Andika Perkasa, yang sebelumnya menjabat sebagai Pangdam Tanjungpura.


Alih tongkat komando ini ternyata memberikan pengaruh juga di beberapa satuan bawah seperti Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) yang berkedudukan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Jawa Barat.


Komandan Pusdikzi Kolonel (Czi) Jamallulael akan digantikan oleh Kolonel (Czi) Sapto Widhi Nugroho. Serah terima jabatan akan berlangsung di Markas Komando Pembinaan Doktrin dan Latihan Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/1) pagi.


Setelah serah terima, Kolonel (Czi) Jamallulael langsung bertugas sebagai Komandan Detasemen Markas di Mabes TNI AD, Jakarta.



"Saya berharap, pengganti saya sebagai komandan di pusdikzi ini bisa lebih baik dari saya," ujar Jamallulael saat dikonfirmasi, Rabu (10/1).


Jamall lanjut menuturkan, dalam karir militer memang ada banyak tahapan yang dilewati. Namun setiap prajurit memiliki tahapan berbeda antara satu sama lainnya. Dan semua tahapan itu, menurutnya akan menjadi bagian dari perjalanan hidup prajurit itu sendiri.


Untuk penggantinya, harapan Jamall sangat besar bahwa Sapto Nugroho bisa melahirkan inovasi-inovasi yang lebih baik daripada dirinya semasa menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan Zeni Kodiklat TNI-AD.


Modernisasi pengajaran adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Apalagi penggunaan teknologi yang mengikuti perkembangan zaman merupakan satu hal yang harus menjadi perhatian dari kecabangan zeni.


Oleh karena itu, Pusat Pendidikan Zeni TNI-AD harus selalu siap dan bisa mengikuti perkembangan teknologi militer sesuai kebutuhan zaman dengan melakukan beragam inovasi di setiap waktu.


Jamall kemudian mencontohkan Alat Pendeteksi Ranjau, dimana alat tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu tanpa seorangpun tahu kapan perubahan itu dilakukan.


"Bisa saja berubah sewaktu-waktu. Nah, disinilah peran lembaga pendidikan untuk selalu siap menyesuaikan diri dengan keadaan seperti itu. Jangan sampai kita sudah memiliki alat dengan kualifikasi tinggi, tapi masih mengajarkan metode tua. Zeni itu tidak permanen, maka dari itu harus selalu berimprovisasi," imbuhnya.


Dengan masukan atau wejangan sebelum serah terima jabatan ini, dirinya bermaksud memberikan semangat bagi penerusnya di Pusdikzi. Dan dengan masuknya Kolonel (Czi) Sapto Widhi Nugroho, optimisme Jamall sangat tinggi bahwa Sapto bisa memberikan sekaligus melakukan yang lebih baik darinya. Karena penerusnya di Pusdikzi saat ini merupakan lulusan Akabri terbaik angkatan 1994.


Ketika dimintai pendapat soal pergantian Pangkostrad, ia mengatakan bahwa Letjen TNI Agus Kriswanto merupakan orang yang tepat untuk posisi strategis tersebut.


"Sepengetahuan saya, Jenderal Agus Kriswanto, Komandan Kodiklat, memang orang Kostrad. Jadi sudah tepat mengemban tugas memimpin Kostrad," pungkasnya.