Beritahati.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal penenggelaman kapal yang belakangan ini jadi sorotan akibat kritikan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan terhadap Menteri KKP Susi Pudjiastuti.


Bagi Jokowi, penenggelaman kapal tetap harus dilakukan untuk memberikan efek jera bagi para pencuri ikan di perairan Indonesia. Hal ini diungkapkannya saat Rakernas Kementerian Agraria di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (10/1).


"Penenggelaman kapal itu adalah bentuk penegakkan hukum yang kita tunjukkan bahwa kita tidak main-main terhadap illegal fishing, terhadap pencurian ikan," ujar Jokowi.


Opsi untuk penindakan memang banyak, tapi menurut Jokowi pemerintah mengambil langkah yang paling menyeramkan, yakni penenggelaman kapal.


"Untuk efek jera!" tegasnya.


Ucapan Jokowi ini diartikan jadi sebuah dukungan bagi Menteri KKP Susi Pudjiastuti untuk terus melanjutkan kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan yang menerobos wilayah perairan Indonesia. Karena Jokowi meyakini kebijakan yang diambil Susi adalah untuk kebaikan.


"Tiap menteri pasti memiliki kebijakan dan itu untuk kebaikan. Enggak ada yang untuk kejelekan, enggak ada. Dan semua kebijakan pasti untuk kebaikan negara dan rakyatnya," kata Jokowi melanjutkan.


Sebelumnya, kebijakan Susi itu dikritik oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya meminta Susi untuk menghentikan kebijakan penenggelaman kapal yang sudah dilakukan selama 3 tahun terakhir.


Menurut Luhut, sanksi penenggelaman kapal sudah cukup dan tahun ini kementerian diminta fokus untuk meningkatkan produksi agar jumlah ekspor bisa meningkat. Selain itu, Luhut juga ingin agar kapal yang terbukti dipakai illegal fishing dapat disita menjadi aset negara.


Sedangkan Wapres Jusuf Kalla mengatakan, gara-gara kebijakan penenggelaman kapal, tak sedikit negara yang protes ke Indonesia. Oleh karena itu, kapal-kapal asing yang ditangkap cukup ditahan, kemudian nantinya bisa dilelang, sehingga uangnya masuk ke kas negara.


Kapal-kapal tersebut juga bisa dimanfaatkan karena Indonesia kekurangan banyak kapal untuk menangkap ikan.


Namun Jokowi membantah keduanya dengan mengatakan, kebijakan penenggelaman kapal yang dilakukan Menteri Susi selama ini adalah bentuk penegakan hukum yang memang ingin ditunjukkan Indonesia kepada dunia.


Pemerintah hendak menunjukkan ketegasan kepada kapal asing yang selama ini kerap mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.


"Bahwa kita ini tidak main main terhadap illegal fishing, terhadap pencurian ikan. Enggak main-main. Oleh karena itu, yang paling seram ditenggelamkan. Yang paling seram itu. Untuk efek jera," kata Jokowi.