Ini bukti OK OCE Anies-Sandi bukan buat wong cilik, Bunga mencekik leher!

Ini bukti OK OCE Anies-Sandi bukan buat wong cilik, Bunga mencekik leher!

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Program One Kecamatan One Center Entrepreneurship (OK OCE) Pemprov DKI Jakarta kembali mendapat kritikan tajam, setelah memberlakukan bunga pinjaman modal usaha melalui Bank DKI terlalu tinggi yakni 13 persen per bulan.


Sebelumnya, program ini juga menjadi polemik terkait brosur dan spanduk saat kampanye Pilkada DKI 2017 yang menuliskan bahwa jika ikut OK OCE akan 'dimodalin'. Dan ternyata, pihak Anies-Sandi merevisi, bahwa kata 'dimodalin' itu bukan berarti diberi modal usaha, akan tetapi diperantarai untuk meminjam uang di bank. Tentunya persyaratan mengikuti apa yang ditetapkan oleh bank terkait.


Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim menyampaikan, ia telah menanyakan langsung kepada Bank DKI soal bunga pinjaman modal usaha ini. Dan memang benar bahwa bunga pinjaman OK OCE adalah 13 persen untuk setiap pengusaha yang mengajukan pinjaman.


Mengintip form pengisian ikut program OK OCE lewat https://primawan.typeform.com/to/EsUDVN, program ini memang diperuntukkan bagi pengusaha UMKM kelas menengah ke atas, karena ada kolom dengan pertanyaan pilihan yang harus diisi :


Omset Usaha ;


a. Hingga 300 juta
b. 300 juta-2,5 miliar
c. 2,5 miliar-50 miliar
d. Di atas 50 miliar


Dengan demikian, bunga 13 persen pastinya dianggap cukup rendah di kalangan pengusaha seperti itu. Pasalnya, jika dikaitkan dengan suku bunga secara business to business, pengusaha kecilpun memang akan merasa terbantu. Mengapa demikian? Karena selama ini, mereka bisa membayar bunga pinjaman akumulatif antara 25-30 persen per bulan kepada bank atau perusahaan pembiayaan lainnya.


Lalu bagaimana jika tukang bakso pinjam modal usaha dengan bunga sebesar 13 persen? atau tukang nasi goreng ingin mengajukan pinjaman OK OCE?


Menanggapi kritikan tingginya bunga OK OCE, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan, sebelumnya Bank DKI tak memiliki program perkreditan untuk pelaku UMKM. Pemberian akses modal usaha baru diberlakukan belakangan ini.


"Karena memang Bank DKI tidak berkonsentrasi di bidang usaha kecil sebelumnya dan baru mulai masuk untuk memberikan akses kepada usaha kecil dan usaha mikro. Kita akan melihat akses yang diberikan Bank DKI untuk permodalan akan semakin meningkat pesat di tahun-tahun mendatang," jelasnya, Rabu (10/1).


Jawaban yang tidak mewakili esensi pertanyaan soal bunga 13 persen, akan tetapi bisa diterima saja.


Sandi menambahkan, salah satu aspek dari program OK OCE adalah memfasilitasi dan memudahkan akses permodalan khususnya untuk pengusaha UKM, pengusaha mikro, pengusaha pemula, pengusaha perempuan hebat, dan perempuan mandiri. Karena menurutnya, selama ini banyak pengusaha yang tidak bisa mendapatkan pinjaman baik dari perbankan maupun industri pembiayaan yang lain karena dinilai tidak bankable. Program ini hadir untuk mempermudah hal itu.


"Program dan gerakan OK OCE ingin menghasilkan satu terobosan baru menghadirkan akses permodalan pada para pengusaha pemula. Skemanya adalah memfasilitasi," jelasnya.


Saat ini pihaknya juga tengah menggodok skema kredit untuk pengusaha perempuan oleh industri pembiayaan, dengan menjajaki kerja sama dengan Permodalan Nasional Madani.


Sandi mengklaim, ada sekitar 60-70 ribu perempuan atau ibu-ibu dan pengusaha perempuan tersentuh layanan program yang terintegrasi dengan gerakan dan program OK OCE.


Namun sekali lagi bagaimana dengan seorang tukang bakso keliling yang ingin mengembangkan usahanya? Kemudian bagaimana dengan seorang perempuan tukang nasi uduk?


Program OK OCE ini tidak jelas dan tidak berpihak kepada rakyat kecil. Mengapa berani dikatakan demikian?


Komparasinya, ada program sukses milik Yayasan Damandiri yang disebut Tabur Puja, atau Tabungan Kredit Pundi Sejahtera, dimana Yayasan Damandiri mengucurkan dana kepada Koperasi, lalu disalurkan kepada pengusaha mikro dengan pinjaman terendah Rp 2 juta per orang. Bunga per bulannya hanya 1,5 - 2 persen.


Seorang ibu rumah tangga murni tanpa penghasilan yang ingin berjualan gorengan tempe atau sekedar minuman sirup segar beralas meja di halaman rumah bisa mendapatkan kredit Tabur Puja. Berbeda dengan OK OCE yang syarat omset usahanya saja dimulai dengan pilihan angka Rp 300 juta.


Bagi pengusaha yang sudah berjalan usahanya, baik itu kecil atau besar, bunga 13 persen memang ringan untuk mereka. Tapi bagi wong cilik seperti tukang nasi uduk, tukang bakso, atau tukang nasi goreng, sampai tukang minuman sirup segar pinggir jalan, bunga OK OCE mencekik leher!


Program pemerintah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bekerja sama dengan BRI saja masih memberi bunga mulai 7-9 persen per bulannya. Kenapa OK OCE mematok 13 persen? Hanya Anies-Sandi yang tahu persis jawabannya.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top