Beritahati.com, Jakarta - Menginjak usia 25 tahun, Kota Tangerang yang merupakan bagian dari sejarah panjang perjalanan masyarakat Banten, meluncurkan 5 aplikasi baru smart city untuk melayani kebutuhan warganya.


Perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Bagian Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat, Wuryono Prakoso menyampaikan apresiasinya atas apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Tangerang dalam memenuhi kebutuhan pelayanan publik.


"Baru sampai lobi kantornya saja saya teringat dengan lobi kantor pemerintah di Den Haag Belanda." kata Wuryono dalam acara launching aplikasi Smart City 3.0 di Tangerang Live Room (TLR), gedung pusat pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (11/1).


Dirinya juga menyampaikan harapannya kepada Pemkot Tangerang untuk tetap berinovasi dalam pengembangan konsep smart city yang sekarang ini terus digaungkan pemerintah pusat. Terlebih dengan adanya aplikasi Laksa yang menjadi salah satu favorit masyarakat.


Selain Laksa, ada pula aplikasi e-Audit dengan fitur pembuatan surat perintah tugas, pembuatan program kerja pemeriksaan, pembuatan kertas kerja pemeriksaan, pembuatan naskah hasil pemeriksaan, pembuatan laporan hasil pemeriksaan, dimana aplikasi ini juga terintegrasi dengan aplikasi SIKDA, sehingga pegawai dapat login menggunakan akun SKP.


Aplikasi e-Audit juga terintegrasi dengan Aplikasi e-Office, sehingga pembuatan surat perintah tugas langsung terkirim ke dinas terkait yang akan dilakukan pemeriksaan.


"Kota Tangerang saat ini bisa menjadi jagoan di pulau Jawa dan sudah bisa bersaing dengan Bandung dan Surabaya. Aplikasi e-Audit ini juga sangat membantu kerja KPK karena fiturnya sudah lengkap," tambahnya.


Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah dalam sambutannya mengungkapkan, kelima aplikasi yang diluncurkan tersebut merupakan persembahan Pemkot dalam rangka HUT Kota Tangerang yang jatuh pada 28 Februari 2018 mendatang.


"Semua aplikasi yang dibangun merupakan hasil kerja sama dari banyak pihak untuk membantu Pemkot dalam melayani masyarakat kota Tangerang." Ucap Arief.


Dirinya juga menjelaskan kelebihan aplikasi Smart City 3.0 terbaru pada 2018 ini telah terintegrasi dengan sistem geospasial yang dapat memberikan data lebih akurat dan presisi mengenai data kependudukan warga kota Tangerang.



"Di smart city 3.0 ini datanya sudah menggunakan geotagging, sehingga jauh lebih tepat. Bahkan sampai lokasi rumahnya bisa kita petakan karena kita pakai juga mapping menggunakan foto udara." Jelas Arief.


Arief juga mempersilakan kepada kabupaten/kota lain yang ada di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan seluruh aplikasi yang telah dimiliki Pemkot Tangerang untuk dipergunakan di daerahnya masing-masing secara gratis.


"Beberapa aplikasi yang kami buat juga merupakan hasil implementasi dari aplikasi kota lain yang sempat diterapkan di Kota Tangerang." pungkasnya.


Untuk diketahui, Pemkot meluncurkan 5 buah aplikasi, diantaranya :


1) Sabakota, sebagai aplikasi untuk memudahkan pengajuan hibah dan bantuan dari Pemkot.


2) E-transport, aplikasi untuk membantu masyarakat mengetahui tarif serta rute moda transportasi di Kota Tangerang.


3) Aplikasi e-Audit, untuk membantu dalam melakukan pemeriksaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah.


4) Aplikasi pindah sekolah untuk membantu proses pengajuan pindah sekolah bagi siswa.


5) Aplikasi perizinan online, untuk mempermudah proses pengajuan ijin bangunan.