Beritahati.com, Jakarta - Makanan sehat juga tidak luput dari tren yang dibuat. Ya, padahal makanan sehat tidak perlu menjadi tren pun memang sudah seharusnya dikonsumsi oleh masyarakat.


Merangkum dari berbagai sumber, Jumat (12/1), berikut makanan-makanan sehat yang diprediksi akan menjadi tren pada 2018 mendatang. Penasaran?


1. Daun kelor
Daun kelor telah sejak lama diyakini bermanfaat bagi tubuh manusia, khususnya ibu menyusui. Kandungan yang terdapat dalam daun kelor atau moringa ini memiliki dua kali protein bayam dan tiga kali lebih banyak zat besinya. Daun kelor juga memiliki vitamin A, potassium, dan kalsium dalam jumlah besar. Pada 2018 diprediksi akan bermunculan Moringa Puffs, minyak kelor, dan protein moringa.


2. Coconut milk yogurt
Yogurt merupakan salah satu kudapan yang biasanya dikonsumsi bermanfaat melancarkan pencernaan. Pada 2018 mendatang yogurt tidak lagi hanya terbuat dari susu sapi yang diolah, tapi juga terbuat dari coconut milk alias santan kelapa. Alternatif yogurt unik ini bisa jadi pilihan alternatif bagi Anda yang bosan dengan milk yogurt.


3. Kunyit
Ternyata selain santan kelapa, kunyit juga diprediksi akan masuk dalam tren makanan sehat 2018. Pasalnya, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli diet Hong Kong, kunyit memiliki banyak efek menguntungkan, seperti membantu melawan kanker, alzheimer, dan mengurangi tanda-tanda penuaan. Kunyit juga mengandung antiinflamasi yang kuat, mengurangi peradangan kronis, katalis umum untuk penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan berbagai penyakit degeneratif.


4. Makanan fermentasi
Suerkraut, miso, kimchi, lassi, tempe, dan makanan fermentasi lainnya akan lebih banyak diburu oleh masyarakat pada 2018. Dalam proses fermentasi melibatkan bakteri, ragi, dan jamur yang mengubah pati menjadi alkohol atau asam yang biasanya akan memberi makanan fermentasi rasa atau bau asam yang khas. Keuntungan dari mengonsumsi makanan fermentasi ialah memperlancar pencernaan dan menangani banyak masalah kesehatan lainnya. Bakteri baik yang terkandung di dalamnya membantu dengan baik proses pencernaan, penyerapan, dan asimilasi nutrisi. Bahkan, lebih hebatnya lagi, makanan fermentasi juga bisa berfungsi memperkuat kekebalan tubuh, karena kaya akan probiotik.


5. Jangkrik
Di beberapa negara di benua Asia mengonsumsi serangga bukanlah hal yang luar biasa. Tapi, bagi bangsa barat nampaknya mulai melirik serangga sebagai sumber gizi alternatif. Salah satu serangga yang diincar ialah jangkrik. Menurut Danica Yau, seorang ahli diet Hong Kong, memakan jangkrik baik bagi perekonomian dan lingkungan.


Dalam tubuh jangkrik terdapat 69 persen protein, mengandung semua sembilan asam amino esensial, tinggi vitamin B12, sumber baik dari kedua asam lemak esensial Omega 6 dan Omega 3, memiliki kadar potasium dua kali lebih banyak daripada bayam, kalsium sebanyak susu, dan punya zat besi yang lebih mudah diserap yang biasanya ditemukan dalam daging merah.