Beritahati.com, Jakarta – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno, yang mengizinkan para pengunjung Taman Monumen Nasional (Monas) menginjak rumput? di taman bersejarah dinilai terlalu membangun pencitraan yang justru membuat hamparan lahan seluas 35 hektar makin semrawut.


Hal itu diungkapkan oleh sejumlah petugas Satpol PP maupun PHL Unit Pengelola Kawasan (UPK)? Monas yang tiap hari merawat taman dan berbagai fasilitas lainnya di atas lahan.


“Pusing deh, kalau di atas bermain pencitraan, bawahnya yang jadi korban,” ujar salah satu petugas yang tak mau disebut namanya di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (12/1).


Tentu saja, penerapan kebijakan ngawur itu emmbuat petugas pengelola taman makin keteteran merawat rumput yang diinjak-injak para pengunjung.


Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir, Taman Monas, terutama pada tanaman jenis rumput dan tanaman hias kecil lainnya tampak rapi dan segar karena tiap hari dirawat petugas.


“Pagi dan sore disiram supaya tumbuh subur. Secara berkala, rumput yang mulai tinggi, dipangkas, agar rapi. Selain itu, petugas tiap hari dari pagi sampai malam, memberikan pengumuman lewat pengeras suara agar pengunjung tidak menginjak rumput. Eh, ini kok Gubernur dan Wagub malah mengumumkan warga? boleh menginjak rumput Monas. Bakal apa jadinya,” kritik petugas lainnya.


Menurut mereka, pelarangan menginjak rumput itu sering dilanggar warga, sehingga rumput banyak yang rusak.


“Apalagi kalau pengunjung dibolehkan ?menginjak rumput, maka petugas bagian taman bakal keleleran merapikan tanaman sepanjang hari,” ujarnya.


Ia berharap mestinya, Anies-Sandi jangan alergi terhadap berbagai peninggalan Gubernur Ahok.


“Zaman Ahok, masyarakat dilarang menggelar kegiatan massal di Monas, kini dibolehkan oleh Anies. Sebenarnya itu masih wajar. Tapi kalau mengizinkan pengunjung injak rumput itu berlebihan,” tandasnya.


Dengan adanya izin tersebut, dikhawatirkan kawasan Monas bakal semrawut lagi. Mereka meyakini sebentar lagi kalangan pedagang kaki lima (PKL) bakal menyerbu Monas.


"Sebab dulu Monas sempat semrawut oleh lapak PKL, namun mereka berhasil ditertibkan oleh Ahok dan dilokalisir di suatu tempat yang nyaman yakni Lenggang Jakarta," ungkapnya.