Berhasil ditangkap, dua perampok rumah di Villa Kedoya ternyata satu keluarga

Berhasil ditangkap, dua perampok rumah di Villa Kedoya ternyata satu keluarga

Reporter : Andrew Tito

Beritahati.com, Jakarta - Dua perampok yang menyekap pemilik rumah di Villa Kedoya, Jakarta Barat, pada Minggu (3/12/2017) lalu berhasil ditangkap jajaran Reskrim Polres Metro Jakarta Barat. Satu pelaku ditangkap di Palembang, satu lagi di Pulogadung, Jakarta Timur.


"Untuk sementara yang kita amankan dua orang, satu adalah JP (22), yang satu berinisial O (35). Sisanya masih ada pengembangan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta SitepuK kepada wartawan di Mapolres Jakarta Barat, Jalan Lenjen S Parman, Kamis (12/1).


Edi melanjutkan penangkapan keduanya terungkap usai polisi dipimpin Kanit Krimum AKP Rulian Syauri dan Kasubnit Jatanras IPDA Reza Arif Hadafi melakukan pencarian.


Berbekal keterangan tujuh orang saksi dan rekaman cctv petugas melakukan penyisiran dan mengamankan pelaku. JP ditangkap di Palembang dan O diamankan di basecampnya, Pulogadung, Jakarta Timur.



Pengakuan keduanya, terungkap empat pelaku ini merupakan sindikat rampok sekeluarga. Sebab diantara pelaku merupakan satu sepupu meski dalam ikatan keluarga jauh. Dalam sebulan mereka bakal menyisir kawasan rumah elit di jakarta untuk merampok.


“Satu pelaku merupakan residivis dalam kasus sama, perampokan,” jelas Rulian, sembari menjelaskan beberapa hari sebelum kedoya, para pelaku juga merampok di kawasan Kosmos.


Rumah yang ditinggali oleh O adalah tempat penyimpanan alat untuk beraksi. Para pelaku berkumpul di rumah itu sebelum beraksi.


"Sebelum beraksi, para pelaku kumpul di tempat O untuk membawa peralatan," ucapnya.


Petugas juga mengamankan sebuah brangkas yang sempat dibuang di Kali Sekretaris ruas Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saat diangkat dari dasar air, brangkas itu sudah di rusak.



Mengenai peran keduanya, Edi mengatakan JP sendiri merupakan pelaku yang masuk rumah, menodongkan dan menyekap korbannya. Sementara O berperan menunggu diluar rumah dan menjadikan rumahnya di pulogadung sebagai tempat membagi rampokan dan merencanakan.


Edi menambahkan untuk kedua pelaku terpaksa diambil tindakan tegas karena berusaha melawan dengan merebut pistol anggota. Dinilai membahayakan, anggota terpaksa menembak kedua kaki para tersangka.


Edi melanjutkan, dari penangkapan ini petugas mengamankan tiga unit senpi dua diantaranya merupakan revolver serta peluru sebanyak 11 butir. Selain itu ikut juga diamankan dua berangkas ukuran sedang dan kecil, serta beragam alat bukti kejahatan seperti dua unit motor matic, linggis, dan obeng.



Usai di tangkap keduanya mengaku telah melancarkan aksi ini selama 10 kali di seluruh pelosok Jakarta. Dengan modal senjata api, keduanya kerap menggasak sejumlah harta korban, termasuk di kedoya yang total nilainya mencapai semilyar.


“Senpi itu untuk perlindungan dirinya. Tapi bila melawan atau berteriak, ia akan menembak korbannya,” ujar Edi.


Kini kasus itu tengah dikembangkan, tiga orang pelaku lainnya, ZP, IN, dan RA menjadi perburuan pihaknya.


"Data ketiganya telah kami kantongi dan tinggal menunggu waktu ditangkap," tutup Edi.


 

Editor : Tri Sapto Cahyo

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top