Gerindra zolimi La Nyalla, FUI ungkap peran Aksi 212 di Pilkada DKI

Gerindra zolimi La Nyalla, FUI ungkap peran Aksi 212 di Pilkada DKI
Sekjen FUI Al Khaththath (Foto : Istimewa).
Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al Khaththath ikut prihatin saat mendengar salah satu kadernya yang ikut dalam Alumni 212 Bela Islam (Gerakan menjatuhkan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok), diperlakukan tidak adil oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.


Yang dimaksudkan Al Khaththath adalah La Nyalla Mattalitti, calon gubernur Jawa Timur yang tidak jadi mencalonkan diri karena Partai Gerindra tidak mengeluarkan rekomendasi untuk mendaftarkan diri akibat tidak menyerahkan uang saksi sebesar Rp 40 miliar.


Uang saksi itu diminta langsung oleh Prabowo Subianto, dan dalam sebuah video wawancara, La Nyalla juga menyebutkan Waketum Gerindra sekaligus Plt Ketua DPR RI Fadli Zon juga sempat menelepon dirinya soal uang Rp 40 miliar tersebut.


Al Khaththath protes keras terhadap Partai Gerindra, PAN dan PKS soal tidak dipilihnya La Nyalla yang direkomendasikan FUI dan Aksi 212 dalam pencalonan gubernur Jatim untuk Pilkada 2018.


"Kami prihatin atas kasus yang dialami La Nyalla dan juga beberapa nama kader dari Aksi 212 yang kami ajukan kepada pimpinan partai agar dari 171 Pilkada 2018, kita hanya minta 5 kader kami itu diberikan rekomendasi khusus (tapi tidak bisa)," ujar Al Khaththath di Tebet, Kamis (11/1).


Lebih jauh, Al Khaththath menuturkan, sebelumnya mereka sudah membuat daftar rekomendasi 5 nama kader Aksi 212 untuk Pilkada 2018, dan diantar langsung ke rumah Ketum PAN Zulkifli Hasan.


Saat itu ada Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman yang sedang rapat. Namun ditunggu hingga pukul 02.00 WIB di Cilandak, Jakarta Selatan, tidak ada satupun rekomendasi yang keluar untuk semua kader Aksi 212 yang diajukan FUI.


Akibatnya, Al Khaththath pun mengungkit peran Aksi 212 Bela Islam beserta para ulama mereka dalam Pilgub DKI 2017 silam, yang dianggap sudah menjadikan Pasangan Calon yang diusung Gerindra, PAN, serta PKS yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uno berhasil menjadi Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta.


"kita menganggap para ulama sudah memperjuangkan dengan pengerahan aksi bela Islam 212 yang sangat fenomenal dan kita sudah berhasil memunculkan Gubernur Anies-Sandi di Jakarta, yang didukung para ulama dengan semangat 212, serta semangat Al Maidah 51," bebernya.


Menurut Al Khaththath, baik Gerindra, PAN, maupun PKS beralasan ada provinsi tertentu di mana umat Islam tidak dominan. Jadi mereka tidak bisa mengajukan rekomendasi untuk 5 kader FUI Aksi 212 tersebut.


"Di Sulawesi Utara, Papua dan NTT kita maklum. Tapi jika di Jawa Timur, kami pusing juga karena banyak komplain dari bagian bawah ke saya lantaran tidak satupun rekomendasi yang diusung untuk Pilkada," sambungnya.


Menutup pernyataannya, Al Khaththath mengatakan para ulama Aksi 212 telah meminta agar menegur keras tiga partai tersebut.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top