Beritahati.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mulai menunjukkan sikap represif layaknya rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto.


Fahri menilai, 20 tahun runtuhnya Orde Baru pada Mei 2018 nanti dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menentang kebijakan Jokowi yang cenderung represif.


"Sudah muncul gejala. Gagal berantas terorisme, bikin Perppu ormas dan lain-lain. Banyak sekali," tuding Fahri di sela acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).


Kebebasan berpendapat dan berkumpul yang telah tercapai pasca Orde Baru harus dipertahankan. Seluruh elemen masyarakat mesti sadar bahwa memperjuangkan kebebasan berpendapat dengan meruntuhkan Orde Baru adalah luar biasa.


Karena itu, kata Fahri, masyarakat mesti menentang pemerintah Jokowi bilamana mengeluarkan kebijakan yang berupaya memasung kebebasan berpendapat dan berkumpul. Otoritarianisme layaknya Orde Baru tidak boleh lagi ada di masa sekarang.


"Jangan sampai otoriter itu kembali ada. Sekecil apa pun harus kita lawan," kata Fahri.