Beritahati.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Polri menangkap tiga pelaku pembuat dan penjual surat keterangan sakit palsu via online. Ketiga pelaku berinisial MJS, NDY dan MKM ini ditangkap di tiga tempat berbeda pada Kamis malam (11/1).


Pelaku MJS ditangkap di Rukun New Castle Nomor B 32 Duri Kosambi Cengkareng. Lalu, NDY ditangkap di kawasan Poris Gaga RT 001 RW 06, Batu Ceper, Tangerang. Dan terakhir MKM ditangkap di Pondok Randu, RT 002 RW 02, Desa Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.


Para pelaku disangkakan melanggar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait penggunaan informasi tidak tepat dan juga mengatasnamakan sebuah profesi.


"Para tersangka ini ditangkap berdasarkan adanya laporan dari masyarakat ke Kementerian Kesehatan lalu dilaporkan ke Bareskrim,\" kata Kasubdit II Dittipid Siber Bareskrim Polri, Kombes Asep Safrudin saat menggelar rilis di Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/1).


Dia menjelaskan, dua dari tiga tersangka ini merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yaitu NDY dan MJS. Sedangkan tersangka MKM merupakan seorang pengangguran.


"Menurut tersangka mereka ini sudah menjalani usahanya menjual atau menawarkan jasa pembuatan surat keterangan sakit secara online sejak 2012,\" ujarnya.


Asep melanjutkan, situs yang digunakan para tersangka salah satunya seperti jasasuratsakit.blogspot.com. Dan blog tersebut pertama kali dibuat oleh MKM sejak 2012 silam.


"Untuk tersangka NDY ini pada tahun 2014, meneruskan pekerjaan MKM yang memakai nama samaran Sudarmaji. Dan untuk tersangka MJS ini memiliki akun Instagram untuk memasang iklan atau jasa dengan akun Instagram @suratsakitjkt,\" tandasnya.


Dari hasil penangkapan ketiga tersangka, polisi menyita barang bukti handphone, kartu ATM, buku tabungan dan beberapa bundel surat sakit dengan berbagai nama dokter.


Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan Pasal 73 ayat (1) jo Pasal 77 Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran dengan ancaman hukum minimal 5 tahun penjara.