Beritahati.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat malam (12/1) resmi menahan Dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo, tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP atas terdakwa Setya Novanto.


“Betul, yang bersangkutan ditahan di Rutan Guntur untuk 20 hari pertama,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Jumat (12/1).


Namun bukan hanya Bimanesh, penyidik KPK ternyata juga sudah menangkap mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, yang juga dijadikan tersangka dalam kasus ini.


Fredrich ditangkap akibat mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksa sebagai tersangka.


Dikonfirmasi perihal adanya upaya hukum jemput paksa terhadap Fredrich tersebut, juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkannya.


”Penangkapan dilakukan karena yang bersangkutan diduga keras melakukan tindak pidana,” kata Febri. Dalam melakukan penangkapan tersebut, pihak KPK katanya, dibantu oleh aparat kepolisian.” Kami minta bantuan Polri dalam melakukan penangkapan itu,” tandasnya.



Terkait penangkapan Fredrich Yunadi, kuasa hukum Fredrich Sapriyanto Refa juga sudah membenarkannya.


“Ya benar,” kata Sapri ketika dihubungi Jumat (12/01) malam.


Sementara itu, usai tiba di KPK Sabtu (13/01) sekitar pukul 00.11 WIB, Fredrich enggan memberikan komentar banyak ketika dikonfirmasi perihal upaya jemput paksa yang dilakukan terhadapnya.


”Tidak ada komentar,” ucapnya singkat sembari berjalan menuju ruang pemeriksaan.


Diketahui, penyidik KPK resmi menetapkan Fredrich Yunadi dan dr. Bhimanes Sutarjo sebagai tersangka kasus dugaan mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung, penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP tahun 2011-2013, atas nama tersangka Setya Novanto.


“KPK meningkatkan status penanganan kasus perkara tersebut, sejalan dengan penetapan dua orang tersebut sebagai tersangka,“ terang Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/1) petang.


Menurutnya, penetapan tersangka ini dilakukan, sebab keduanya berupaya merekayasa sakit yang dialami Novanto, pasca insiden kecelakaan yang dialami Novanto pada Kamis (16/11/2017) lalu.


Usai mendapatkan bukti permulaan yang cukup dan memeriksa sebanyak 35 orang saksi dan ahli dalam penyelidikan kasus ini, maka diputuskan untuk meningkatkan status keduanya sebagai tersangka.


Atas perbuatannya, baik Fredrich Yunadi maupun Bhimanes, disangka melanggar Pasal 21 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Pidana. Sementara itu, atas pasal yang disangkakan, keduanya terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.