Beritahati.com, Jakarta - Sebanyak 360 kasus HIV positif sepanjang 2017 ditemukan Dinas Kesehatan Mimika, Provinsi Papua.


Penangung Jawab Program HIV-AIDS Dinkes Mimika Hasmawati mengatakan temuan kasus HIV positif itu belum terverifikasi, apakah merupakan kasus baru atau kasus lama yang sudah ditemukan dalam pemeriksaan pada tahun-tahun sebelumnya.


"Kami belum bisa memastikan hal itu sebab bisa saja sebagian dari kasus yang ditemukan itu sebelumnya sudah diperiksa," jelas Hasmawati di Timika, Sabtu (13/1).


Ia mengatakan jangkauan testing atau pemeriksaan HIV-AIDS di Mimika pada 2017 mengalami penurunan cukup signifikan dibanding 2016.


Pada 2016, terdapat 40.276 orang yang mengikuti pemeriksaan HIV-AIDS di sejumlah pusat layanan kesehatan (layanan VCT HIV-AIDS). Sementara pada 2017, warga yang terjangkau pemeriksaan HIV/AIDS hanya sebanyak 37.668 orang.


Kondisi itu, katanya, sangat disayangkan mengingat Pemkab Mimika terus berupaya menemukan kasus-kasus baru HIV-AIDS, di mana di Papua prevalensinya mencapai 2,3 persen.


Dinkes Mimika bersama Komisi Penanggulangan AIDS setempat hingga kini masih menunggu laporan data secara manual dari pusat-pusat layanan pemeriksaan HIV-AIDS baik rumah sakit, Puskesmas maupun klinik VCT.


Kesulitan yang dihadapi yaitu beberapa Puskesmas di Mimika hingga kini belum menyerahkan data laporan pemeriksaan HIV-AIDS selama 2017.


"Ini menjadi problema bagi kami untuk bisa mencermati situasi terakhir upaya penanggulangan penularan HIV-AIDS di Mimika sebab ada beberapa puskesmas belum menyerahkan data laporannya," jelas Hasmawati.