Beritahati.com, Majalengka - Menanggapi hasil survei Etos Institute yang merilis elektabilitas pasangan Maman Imanulhaq-Jefry Rhomdony sebagai bakal calon Bupati Majalengka dalam Pilkada 2018, koordinator relawan Maman-Jefry, Ahmad Cece Ashfiyadi mengaku telah merancang strategi sosialisasi untuk mengamankan posisi elektabilitas sampai hari pencoblosan Pilkada Majalengka, Juni 2018 mendatang.


“Masa kampanye akan kami manfaatkan semaksimal mungkin. Kami akan yakinkan warga Majalengka bahwa Maman-Jefry hadir bukan untuk mencari kekuasaan, akan tetapi hadir untuk rakyat, kemudian bersama-sama memajukan Majalengka,” kata Cece saat dikonfirmasi, Kamis (18/1).


Seperti diberitakan sebelumnya, hasil survei Etos Insitut yang dirilis baru-baru ini menunjukan elektabiltas Maman-Jefry, yang diusung PKB, Gerindra, PKS, PAN dan Nasdem, menduduki posisi tertinggi pilihan masyarakat, yakni 93 persen.


Sementara pasangan Karna Sobahi-Tarsono Mardiana, yang diusung PDIP mendapatkan 89 persen dan pasangan Sanwasi-Taufan Ansyar yang didukung Golkar, Demokrat dan PPP, mendapat 87 persen.


Survei diadakan pada 10 -13 Januari 2018, melibatkan 600 responden dengan margin of error 2 persen. Responden dalam survei ini adalah warga berusia minimum 17 tahun atau telah menikah, di seluruh Kecamatan wilayah Kabupaten Majalengka.


Didukung PKB, Gerindra, PKS, PAN dan Nasdem, Maman-Jefry menjadi pasangan calon dengan jumlah kuris DPRD Majalengka terbanyak, yaitu 19 Kursi. Karna Sobahi-Tarsono Mardiana yang diusung PDIP dengan 18 kursi dan Sanwasi-Taufan Ansyar dukungan Golkar, Demokrat dan PPP, ada 13 kursi.


Sementara itu, diminta tanggapannya mengenai elektabilitas yang begitu tinggi, Kang Maman, sapaan karib Maman Imanulhaq mengatakan, tingginya elektabilitas dirinya dan Jefry merupakan cerminan keinginan masyarakat akan hadirnya pemimpin baru di Kabupaten Majalengka.


“Itu menyadarkan saya bahwa masyarakat Majalengka menginginkan perubahan,” kata Kang Maman.