Beritahati.com, Jakarta - Peredaran ekstasi yang diproduksi di rumah industri di Perumahan Alam Raya, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, ternyata membidik pangsa pasar utama, Jakarta dan Bogor, Jawa Barat.


Deputi Bidang Pemberantasan Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol. Arman Depari, membenarkan.


“Menurut keterangan tersangka ekstasi diedarkan di Jakarta dan Jawa Barat, khususnya Bogor,” kata Arman, Kamis (18/1).


Arman mengatakan, pabrik ini dikendalikan seorang narapidana bernama Niko dari balik lapas. Sosok bernama Niko ini dia sebut pernah terlibat kasus narkoba dan penembakan.

"Operasi laboratorium ini dikendalikan oleh narapidana yang saat ini ditahan di lapas atas nama Nico. Kalau saudara pernah ingat, Nico ini dulu pernah melakukan tindak pidana penembakan terhadap bus TransJakarta dua tahun yang lalu kemudian juga yang bersangkutan terlibat dalam pembuatan dan produksi narkoba ekstasi," lanjut Arman.


Selain menangkap 2 orang tersangka, Lau Hanto (48) berperan sebagai pengendali dan pengolah bahan baku. Sementara Anyiu (33), berperan sebagai pencetak tablet, petugas juga menyita barang bukti berupa ribuan pil ekstasi siap edar dari lokasi.


"Ada bahan-bahan yang sedang dilakukan periksaan laboratorium nanti akan di confirm, kemudian ekstasi siap edar ada sekitar 11 ribu butir, maka confirm dengan keterangan satu hari ada 1 mesin menghasilkan 7 ribu, kemudian mesinnya ada 2 unit di samping itu juga kita temukan ada 5 alat cetak untuk logo," pungkasnya.


Laboratorium ekstasi ini terbilang memiliki keamanan dan fasilitas yang luar biasa. Selain dilengkapi dengan peredam suara,agar saat produksi, suaranya tidak terdengar sama sekali dari luar rumah.


Menurut Amran Depari, rumah tersebut dilengkapi dengan alat peredam kualias bagus seperti suara peredam di studio musik.


“Karena ada peredam, jadi suara mesin pembuat ekstasi saat beroperasi sama sekali tidak terdengar oleh tetangga rumah,” katanya.


Arman menambahkan, rumah tersebut juga dilengkapi dengan mesin pendingin yang digunakan untuk penyimpanan ekstasi, sebelum dilakukan peredaran.