Indonesia mundur akibat radikalisme, Negara lain sudah menyelidiki alien

Indonesia mundur akibat radikalisme, Negara lain sudah menyelidiki alien

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Indonesia berkutat pada radikalisme, konflik politik, ujaran kebencian di media sosial, serta praktik korupsi, sementara negara lain sudah mempelajari keberadaan Alien atau makhluk luar angkasa.


China berencana meningkatkan kemampuannya untuk mencari alien, dark matter (suatu jenis partikel yang mirip dengan proton), gelombang gravitasi, dan misteri alam semesta lainnya dengan membangun teleskop radio terbesar di dunia.


Seperti dilansir CNET, teleskop radio tersebut rencananya dibangun di kawasan Xinjiang, barat laut China, dengan nama Xinjiang Qitai 110m Radio Telescope (QTT).


Teleskop radio ini dibekali kemampuan untuk merotasi piringannya, dan juga 10 persen lebih lebar dibandingkan teleskop radio terbesar saat ini yang mampu berotasi, yakni Green Bank Observatory di Amerika Serikat.


Tak hanya itu saja, QTT juga memiliki kemampuan untuk menjangkau 75 persen langit. Bahkan Song Huagang dari Chinese Academy of Science menyatakan, dengan antena terbesar di dunia yang dimiliki QTT, nantinya diharapkan bisa melacak asal usul semua sinyal yang didapatkan.


Sebelumnya, China telah memiliki teleskop radio terbesar di dunia bernama Five hundred meter Aperture Spherical Telescope (Fast) di provinsi Guizhou. Ditengarai, jangkauan liputan kedua teleskop radio ini (QTT dan Fast) akan saling tumpang tindih pada frekuensi 150 MHz dan 3 GHz.


Doug Vakoch dari organisasi METI (Messaging Extraterrestial Intelligence) yang memiliki target untuk mencari kehidupan dan mengirimkan pesan ke alien, tumpang tindih jangkauan radio ini sebenarnya baik bagi para peneliti SETI yang mencari kehidupan alien.


Bentang jarak frekuensi QTT dan Fast, menurut Doug, jadi menguntungkan karena dengan satu deteksi sinyal saja dapat menghasilkan asumsi data yang dapat dianalisa secara langsung ke depannya.


Masih menurut Doug, radio QTT sebenarnya tidak begitu menjanjikan dalam membantu tanda-tanda keberadaan alien, tapi lebih cocok untuk mengungkap misteri alam semesta. QTT dijadwalkan mulai beroperasi pada 2023.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top