Beritahati.com, Jakarta - Tidak lama lagi Tahun Baru Imlek akan segera datang. Beberapa masyakarat Tionghoa sudah mulai mempersiapkan diri mulai dari pakaian hingga dekorasi rumah.


Berbicara mengenai Imlek, ada hal yang sangat ciri khas yang selalu ada di hari itu, seperti kue ranjang, peribadatan, dan mi. Di luar dari itu, masih banyak beberapa hal yang dipersiapkan dan kebanyakan dari hal-hal mengandung makna khusus yang masih dipercaya orang Tionghoa.


Seperti misalnya saat Tahun Baru Imlek yang mengonsumsi mi dipercaya bisa membuat umur kamu menjadi lebih panjang. Hal ini muncul karena bentuk mie yang tidak putus-putus dan ketika kamu memakannya di hari itu, maka doa itu akan lebih mudah terkabul. Oleh sebab itu, banyak warga Tionghoa yang sengaja makan mi di hari istimewa ini.


Selain itu juga, ternyata masyarakat Tionghoa memiliki mitos yang tidak boleh dilakukan ketika perayaan Imlek datang lho. Berikut tujuh mitos yang dipercaya masyakarat Tionghoa:


1. Menyapu saat merayakan Tahun Baru Imlek.


Ini sama dengan jangan mencuci rambut atau pakaian. Jadi, ketika kamu menyapu rumah, maka keberuntungan kamu akan terbuang juga.


2. Belum lunasi utang


Selesaikan utang sebelum tahun baru. Jika kamu tidak menyelesaikan utang sampai tahun baru Imlek, maka utang yang masih tersisa akan menjadi kesialan bagi kamu di kemudian hari.


3. Keramas.


Jangan keramas rambut saat Imlek. Ini punya makna bahwa ketika kamu mencuci rambut atau pakaian kamu, maka semua keberuntungan dan rezeki pun akan ikut terbuang.


4. Potong rambut.


Kalau yang pertama jangan keramas karena memengaruhi keberuntungan, kalau jangan potong rambut karena akan memengaruhi umur kamu. Jika kamu berani memotong rambut, maka umur Anda akan terpotong juga! Ngeri, ya…


3. Kenakan sesuatu yang mengandung unsur bling-bling.


Menggunakan sesuatu yang bernuansa bling-bling atau pakaian bewarna merah memiliki makna siap untuk memulai tahun yang baru dengan sesuatu yang lebih segar dan baru juga. Ini juga dianggap penting untuk memulai karir yang lebih cemerlang.

4. Angka.


Angka 4 bagi masyarakat Tiongjoa dipercaya dapat membawa keburukan dan kesialan.


5. Saling tukar jeruk.


Bagi orang Tionghoa, jeruk dianggap sebagai buah yang membawa keberuntungan. Nah, dengan saling menukarkan jeruk, maka kamu sama saja sedang membuat diri kamu dan teman sekitar kamu beruntung.