Beritahati.com, Jakarta - Jajaran Polres Karawang meringkus komplotan  begal yang meresahkan warga Karawang khususnya Jalur Tanjung Pura-Rengasdengklok, berbekal informasi viral di media sosial tentang seorang perempuan yang menjadi korban pembegalan sadis saat baru pulang dari tempatnya bekerja.

Mendapat laporan dan melihat berita pembegalan sadis yang viral di media sosial, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok bersama Polres Karawang langsung melakukan penyisiran di lokasi kejadian dan sekitarnya.

Setelah melakukan pengembangan, akhirnya didapatkan informasi akurat bahwa ada dua residivis atau gembong begal yang memang kerap beraksi di wilayah mereka, yakni ADT dan RY. Kemudian didapat lagi kaki tangan mereka berdua, sehingga total ada 4 (empat) buruan yang positif harus ditangkap.



(BACA JUGA) Dua begal sadis spesialis buruh di Karawang tewas ditembak Polisi

Khusus ADT dan RY, keduanya ternyata sudah pernah menjalani beberapa kali hukuman dengan perbuatan yang sama, yakni pencurian, perampokan dan pembegalan sepeda motor.

Akhirnya, polisi mengambil keputusan meringkus lebih dahulu ADT dan RY. Keduanya berhasil disergap bersama dua kaki tangan mereka. ADT dan RY kemudian digiring untuk menunjukkan barang bukti. Namun dalam perjalanan, tiba-tiba dua tersangka memberontak dan coba melawan petugas dengan ganas.

Melihat keadaan sudah tidak memungkinkan, sudah diberikan tembakan peringatan ke udara juga tidak diindahkan, akhirnya polisi mengambil tindakan tegas terukur. Dua begal sadis roboh ke tanah setelah kaki mereka ditembus timah panas petugas. 




“Setelah dilakukan interogasi, tersangka mengaku telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan di Taman Monumen Tugu Proklamasi Dusun Kalijaya 1, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang," terang Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, Rabu (31/1).

Kepada aparat Polsek Rengasdengklok, keempat pelaku begal mengakui sudah 3 (tiga) kali melakukan pembegalan di wilayah hukum Polsek Rengasdengklok. Akan tetapi, karena warga atau korbannya tidak berani mengadukan kepada polisi, mereka selalu lolos dan mengulangi terus perbuatannya.

“Ingat ya, tidak ada celah bagi pelaku tindak kejahatan di Karawang. Kalian tinggal pilih mau ditembak kaki atau tembak mati, itu saja," tandas Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan.