Beritahati.com, Jakarta - Seorang pria yang tinggal di kawasan Menteng Jakarta Pusat yang bernama Dwi Setiawan (40) tewas dililit ular sanca sepanjang 4 meter. Ya, ular tersebut merupakan peliharaannya sendiri.


Kasubag Humas Polres Metro Jakara Pusat Kompol Suyatno mengatakan korban terlilit ketat dua kali putaran tubuh ular,akibatnya korban yang tadinya berdiri tiba tiba terjatuh,korban yang tercekik dengan cepat tidak sadarkan diri.


"Ular peliharaannya kemudian melepaskan lilitannya dan berjalan,sementara korban tetap tergeletak di lokasi kejahdian" kata Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Suyatno saat dihubungi, Jumat (2/2).


Sebelum tewas, berdasarkan keterangan warga sekitar yang mencoba menolongnya,Dwi terlihat sedang asyik bermain dengan ular sanca peliharannya.


Sementara peristiwa naas akibat memelihara hewan buas tersebut terjadi pukul 15.00 WIB sore tadi. Saat polisi datang,Dwi ditemukan tergeletak di Taman Sumenep bekas pom bensin di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat. Pria yang berprofesi sebagai pelukis itu di kenal warga sekitar memiliki banyak hewan peliharaan,salah satunya ular peliharaan yang membunuhanya.


"Saksi lihat korban lagi main sama ular peliharaannya. Korban melilitkan ular peliharaannya di leher sambil bermain-main, saksi memperingatkan korban agar tidak melilitkan ular ke lehernya," ujar Suyatno.


Dan benar saja,baru saja diperingkatkan warga, ular dengan ukuran sebesar betis orang dewasa tersebut mengencangkan lingkaran tubuhnya di leher Dwi.


Sontak Dwi tercekik tidak bisa bernafas dan terjatuh ke tanah dari posisi berdiri,sementara lilitan sang ular semakin kencang,tanpa waktu lama Dwi tewas dengan kondisi hidung dan telinga mengeluarkan darah dan mata terbelalak.


"Korban ditemukan dengan kondisi yang cukup mengenaskan” ujar Suyatno.


Usai membunuh tuannya,sang ular melepaskan lilitannya secara perlahan dan menjalar menjauh dari tubuh korban,ular kemudian ditangkap oleh warga sekitar dan dimasukkan ke dalam keranjang.


Sementara Jasad Dwi di bawa petugas Kepokisian ke RSCM guna dilakukan proses otopsi.