Beritahati.com, Jakarta - Tanpa banyak bicara, tanpa berkata apapun terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirimkan dua tim ke Agats, Kabupaten Asmat, Papua, untuk memberikan bantuan nyata penanganan gizi buruk.


Dukungan para mahasiswa UGM tersebut nantinya akan bersinergi dengan Satgas Kesehatan TNI KLB yang sudah berminggu-minggu berada di sana dalam memberikan pelayanan kesehatan serta menyalurkan bantuan kemanusiaan.


Sekretaris Direktorat Pengabdian Masyarakat UGM Rachmawan Budiarto mengatakan, tim tersebut masuk dalam Disaster Response Unit (DERU) yang terdiri atas 7 orang. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab setempat, Kemenkes dan TNI dalam penanganan masalah gizi buruk serta dampaknya.


"Bahkan tim UGM juga memasang sistem sel surya 200 Wp di Puskesmas setempat yang belum ada listrik PLN guna menunjang operasional layanan kesehatan," kata Rachmawan, melalui situs resmi UGM, Minggu (4/2/2018).


Rachmawan lanjut menuturkan, saat ini PLN baru menjangkau 2 dari 23 distrik. Sehingga dirinya berpendapat, penanganan kondisi darurat gizi buruk yang dilakukan oleh Pemkab, TNI, Polri, Kemenkes, unsur adat dan LSM dengan keadaan seperti ini, termasuk sangat baik dan luar biasa.


"Kondisi sosial budaya suku Asmat memberi tantangan berat dalam peningkatan aspek kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri," tandasnya.


Tim Mahasiswa UGM bertarung dengan ganasnya alam Papua untuk memberi kontribusi nyata menangani bencana gizi buruk bersama pemerintah dan TNI di Agats, Kabupaten Asmat.

Sementara itu, di lain bagian, mahasiswa BEM Universitas Indonesia (UI) masih berkutat dengan wacana-wacana tak berguna. Tidak ada satupun mahasiswa UI yang pergi ke Asmat untuk bersama pemerintah dan TNI menangani gizi buruk.


Bahkan Ketua BEM UI sekaligus aktivis kegiatan keagamaan yang diadakan Partai keadilan Sejahtera (PKS) Zaadit Taqwa memilih untuk 'main kartu' terhadap pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Zaadit memberikan kartu kuning kepada Jokowi sebagai tanda peringatan terkait penanganan gizi buruk di Asmat, Papua, saat acara Dies Natalis Ke-68 UI di Balairung UI, Depok, Jumat (2/2).


Seorang anak kemarin sore, mempermalukan Presiden yang selama ini berjuang untuk membangun Papua sekaligus berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya setelah puluhan tahun ditelantarkan sejak era Soeharto.


Bahkan Presiden terakhir sebelum Jokowi, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berkuasa selama 10 tahun, tidak bisa membangun Papua.