Beritahati.com, Karanganyar - Setelah mengamankan satu orang terduga teroris di Semanggi, Pasar Kliwon Solo, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali mengamankan dua orang lainnya di Kabupaten Karangayar, Minggu (4/2/2018).


Baik yang di Solo maupun Karanganyar, mereka disebutkan punya kaitan dengan kelompok teroris di Sragen, Jawa tengah.


Dua terduga teroris yang tertangkap Densus 88 di Karanganyar adalah, EM alias E (39), warga Gondangrejo, Karanganyar. Ia ditangkap di tempat kerjanya di Nogosari, Boyolali. Berikutnya, S alias M (33), warga Gondangrejo, Karanganyar. Ia ditangkap di sekitar rumahnya.


"Dalam penangkapan tersebut tidak ada perlawanan dari terduga teroris," ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (4/2/2018).


Menurut Condro, baik yang tertangkap di Solo maupun Karanganyar, semua terkait erat dengan pengembangan kasus ledakan di Dukuh Dempul, Desa Ngembatpadas, Kecamatan Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.


"Bahwa tiga orang tersebut terkait pengembangan ledakan di kontrakan Saudara Sugiyono," imbuhnya.


Sebelumnya diberitakan, sebuah bom meledak di toko vulkanisir ban bekas milik Sugiyono, di Sragen, 18 Desember 2016. Kepada warga, pemilik toko mengaku bahwa itu ledakan tabung gas 3 Kg. Akan tetapi, setelah diselidiki Densus 88 AT, ternyata itu sebuah racikan bom. Bahkan Sugiyono sendiri ikut diamankan pada saat itu.


Dalam proses penangkapan kemarin itu, kata Condro, sepenuhnya dilakukan oleh Densus 88. Sedangkan Polda Jateng hanya membantu pengamaman penangkapan dan penggeledahan.


Saat ini semua terduga teroris yang berhasil ditangkap sedang dalam pemeriksaan intensif dari Densus 88. Apa peranan mereka masing-masing sedang didalami dan dikembangkan.