MTF TNI Konga Unifil dan VBSS LAF Navy gelar Latihan Boardex

MTF TNI Konga Unifil dan VBSS LAF Navy gelar Latihan Boardex
Suasana debrief di atas KRI Usman Harun-359 (Foto : Alimin/Istimewa).
Reporter : Alimin

Beritahati.com, Jakarta - Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) MTF TNI Konga XXVIII-J/United Nations Interm Force in Lebanon (Unifil) di bawah pimpinan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, bertugas melaksanakan patroli untuk menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah perairan Lebanon.


MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil baru saja menggelar latihan Boardex dengan Tim VBSS Lebanon Armed Force Navy (LAF Navy) di KRI Usman Harun-359 yang sedang berlayar di Laut Mediterania, Selasa (6/2/2018).

Dalam skenario, KRI Usman Harun-359 diumpamakan sebuah kapal bernama MV Black Pearl lengkap dengan Anak Buah Kapal menggunakan baju sipil serta Kapten. Dan kapal ini membuat manuver berbahaya.



Tim VBSS LAF Navy mendapat laporan dari Coastal Radar Station (CRS) L2-Aamchit bahwa kontak kapal bernama MV Black Pearl yang menuju pelabuhan Jounieh dengan tidak melewati koridor yang telah ditentukan otoritas Lebanon dan tidak terdapat di dalam daftar kapal yang akan masuk ke Lebanon, serta memberikan keterangan yang meragukan.

Dengan adanya hal yang mencurigakan, LAF Navy menindaklanjuti dan meminta MV Black Pearl untuk menghentikan mesin. Tim VBSS langsung meluncur dengan Heli Puma LAF Air Force.


Heli Puma mendekati geladak kapal, lalu 10 personel VBSS turun dengan metode fastrope dan berhasil mendarat di geladak MV Black Pearl.

Tim VBSS LAF Navy bergerak menuju anjungan melalui geladak exocet. Sesampainya di anjungan, tim VBSS LAF Navy segera mengamankan Kapten dan dua kru kapal serta melaksanakan pemeriksaan terhadap dokumen sekaligus melakukan penggeledahan di anjungan.


Ternyata, saat penggeladahan tidak membuahkan hasil. Tim VBSS lalu menyusuri koridor utama. Tim VBSS menemukan dua Anak Buah Kapal membawa senjata tajam di koridor utama, lalu menangkap mereka, kemudian membawanya ke anjungan.


Tim VBSS melanjutkan pencarian dan berhasil menemukan sebuah kotak berisi amunisi ilegal. Selama latihan dalam waktu 1 jam, Tim VBSS berhasil mengamankan satu dari dua barang ilegal yang berada di MV Black Pearl.




Usai latihan, Komandan Tim VBSS LAF Navy Lieutenant Ellie El Sayah memerintahkan seluruh anggotanya berkumpul di anjungan untuk melaksanakan debrief dari Tim Penilai yaitu LCDR Arne Pfingst (CTG 448.03 N7-German) dan Letda Laut (P) Damartama (Boarding Officer KRI USH).

Selesai debrief dari tim penilai, VBSS, tim penilai dan tim pendamping dari LAF Navy menikmati santap siang dengan hidangan tradisional Indonesia yang sudah disiapkan untuk menghilangkan ketegangan diantara tim VBSS dan ABK KRI Usman Harun yang sebelumnya dalam skenario pertempuran di dalam kapal.


Sebelum meninggalkan KRI Usman Harun-359, seluruh pihak yang terlibat melakukan foto bersama Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil di geladak Helikopter.

Komandan KRI Usman Harun-359 sekaligus Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil Kolonel Laut (P) Alan Dahlan mengapresiasi kegiatan ini, yang merupakan salah satu tugas pokok dari MTF Unifil yakni meningkatkan kemampuan pasukan LAF Navy mengamankan laut teritorialnya untuk mencegah masuknya senjata dan barang-barang lainnya masuk lewat perairan Lebanon secara ilegal.


Sementara itu, Kepala Departemen Operasi Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil Mayor Laut (P) Ainul Muslimin juga menambahkan, latihan ini bertujuan meningkatkan interoperability CRS dan kecepatan reaksi dari VBSS LAF Navy, terutama pengerahan pasukan melalui udara dengan metode fastrope dari Heli Puma milik LAF Air force.


Editor : Miechell

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top