Beritahati.com, Jakarta - Standard Chartered Bank (SCB) menyelenggarakan seminar keuangan Wealth on Wealth (WoW) yang dihadiri ratusan nasabah prioritas, bertempat di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2018).


Dikemas dengan topik utama “Indonesia 2018: Building Upon a Strong Base”, seminar yang diikuti oleh 2.500 nasabah dari lima kota yaitu Bandung, Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan berinvestasi di tengah momentum pertumbuhan ekonomi nasional, regional, global di sepanjang 2018.


Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro meyakini, jika iklim investasi positif di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menyentuh angka 5,2 persen. Selain itu, dirinya juga menilai bahwa PDB nasional 2018 akan terus bertumbuh dengan didorong konsumsi swasta dan investasi.


Pada bagian lain, Chief Economist, Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra berpendapat, reformasi ekonomi Indonesia telah mendorong investasi dan peran swasta yang semakin positif.


Dengan adanya beberapa peluang yang didasari landasan kuat reformasi ekonomi, Executive Director & Head Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia, Bambang Simarno menambahkan, pihaknya punya komitmen kuat bahwa nasabah merupakan prioritas utama. Dari situ, akan memberi dampak pada perkembangan ekonomi Indonesia juga di masa mendatang.


Melalui platform WoW, Standard Chartered Bank Indonesia (SCB Indonesia) punya keinginan kuat untuk terus memandu nasabah atas pilihan-pilihan investasi mereka dengan didasari pemahaman atas pasar ekonomi global, regional dan nasional, serta dinamika perubahan prioritas keuangan setiap tahun sesuai kebutuhan nasabah di tiap tahapan kehidupan.

Untuk itu, beberapa hari yang lalu, Standard Chartered (Standchart) juga memperkenalkan rangkaian produk wealth management baru, yaitu Bahana Dana Ekuitas Prima (DEP), sebuah reksa dana saham dengan strategi indeks yang menawarkan nilai kompetitif dan diversifikasi optimal.


Bambang berpendapat, DEP memberikan kesempatan kepada nasabah dengan profil risiko investasi agresif untuk berinvestasi pada 30 saham anggota IDX30, yaitu 30 saham selektif yang dipilih dari LQ45 dengan kriteria likuiditas tinggi dan kinerja terbaik.


"Kenapa reksa dana strategi indeks? Faktanya, dalam 5 tahun terakhir atau per Desember 2017, reksa dana saham pada umumnya, sulit untuk mengalahkan indeks acuannya sendiri. Dari berbagai indeks yang sering dijadikan acuan, IDX30 memberikan imbal hasil yang lebih optimum dibandingkan indeks lainnya," tutur Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (9/2/2018).


Selain itu, menurut Bambang, dalam memenuhi kebutuhan nasabah atas perlindungan jiwa sekaligus investasi, SCB bekerja sama dengan Prudential Indonesia menghadirkan dua dana investasi terbaru dalam mata uang US Dollar bernama PRUlink US Dollar Global Low Volatility Equity Fund (DGLV) dan PRUlink US Dollar Global Emerging Markets Equity Fund (DGEM), yang melekat pada produk unit link VERSAlink investor account (premi tunggal) dan VERSAlink maxima account (premi regular).

Kedua dana investasi tersebut sesuai bagi nasabah berprofil risiko agresif dengan pandangan investasi jangka panjang. PRUlink US Dollar Global Low Volatility Equity Fund dipersembahkan kepada nasabah yang memanfaatkan strategi investasi dengan risiko gejolak rendah untuk meraih potensi hasil yang optimal serta membuka peluang bagi nasabah untuk mendiversifikasi aset dengan berinvestasi di 390 saham perusahaan global.


Sementara itu, sambung Bambang, PRUlink US Dollar Global Emerging Markets Equity Fund memiliki fokus investasi pada saham-saham dengan fundamental terbaik di 25 negara berkembang. Dan dengan adanya dana investasi ini, menjadi kesempatan berharga bagi nasabah Standard Chartered Bank untuk turut serta dalam mengambil manfaat dari perbaikan ekonomi dunia.

“Kami menargetkan pertumbuhan bisnis Wealth Management dapat meningkat sebesar 20 persen pada 2018. Selain meluncurkan sejumlah produk investasi baru, penerapan digitalisasi untuk akses ke produk-produk wealth management juga menjadi strategi pilihan kami," tutupnya.


Dalam penyelenggaraan WoW tahun ini, Standard Chartered didukung oleh beberapa mitra yaitu : PT Prudential Life Assurance, PT Ashmore Asset Management Indonesia, PT Bahana TCW Investment Management, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT BNP Paribas Investment Partners, PT Eastspring Investments Indonesia, PT First State Investments Indonesia, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Manulife Aset Manajement Indonesia, PT Schroder Investment Management Indonesia, Bayu Buana dan Etihad Airways.