Ini dia dahsyatnya orgasme serviks dengan orgasme lainnya

Ini dia dahsyatnya orgasme serviks dengan orgasme lainnya

Penulis: Fariana

Beritahati.com, Jakarta - Orgasme merupakan sensasi yang dirasakan saat berhubungan seksual dengan intens dan mencapai klimaks. Sensasi ini dapat dirasakan baik pada pria maupun wanita. Orgasme pada wanita dapat diperoleh dengan beberapa cara, yang umumnya lewat klitoral, vaginal, atau kombinasi antara keduanya. Ada satu jenis orgasme wanita yang jarang didengar—atau mungkin juga jarang dirasakan—yaitu orgasme serviks.


Hal itu dikemukakan oleh Jessica O’Reilly, Ph.D., penulis buku The New Sex Bible, seperti dikutip dari situs Womenshealthmag.com.


Serviks atau leher rahim adalah pusat dalam vagina. Menurut Jessica, jika seorang wanita mampu membuka diri dan bersantai ketika melakukan hubungan seksual yang mencapai area serviks, garansinya adalah orgasme yang dirasakan akan menjadi orgasme paling kuat dari berbagai jenis orgasme lainnya.


Beda orgasme serviks dengan orgasme lainnya


Orgasme klitoris memiliki proses pencapaian yang jelas, yaitu klimaks dari hasil kontraksi akibat penetrasi penis secara terus-menerus yang melibatkan otot dasar panggul. Sedangkan orgasme serviks, atau pada ajaran Tantra disebut sebagai orgasme pada seluruh tubuh atau full-body orgasm, proses pencapaiannya tidak linier dan tidak hanya terfokus pada pada klitoris.


Jika orgasme klitoral hanya dapat dirasakan selama beberapa detik, sensasi kepuasan dari orgasme serviks dapat dirasakan jauh lebih lama, bahkan hingga berjam-jam. Beda halnya dengan orgasme klitoris yang sensasinya hanya di seputar area klitoris, sensasi orgasme serviks akan Anda rasakan menyebar ke seluruh bagian tubuh, lalu “meledak” menjadi gelombang getaran yang bisa Anda rasakan dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Jika sensasi orgasme klitoral sering diumpamakan seperti 'mendaki ke puncak gunung', orgasme serviks sendiri sering kali diumpamakan seperti menaiki rangkaian perbukitan. Anda dapat berada di puncak bukit, lalu ke dataran tinggi, lalu mendaki bukit selanjutnya, beralih ke dataran tinggi, dan kembali ke puncak.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top