Beritahati.com, Jakarta - Penyalahgunaan narkoba di Jakarta Barat kian mengkhawatirkan. Upaya ungkap kasus yang dilakukan Polisi menunjukan narkoba mengalami peningkatan di beberapa lokasi sulit kawasan Jakarta Barat,seperi Kampung Ambon dan Kampung Boncos ,Kota Bambu,Palmerah Jakarta Barat,


Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes pol Hengki Haryadi menegaskan Jakarta Barat darurat narkoba.untuk itu Hengki mengatakan tidak akan dirinya untuk terus melanjutkan peperangan melawan narkoba.


“Di Jakarta Barat, saya berani tegaskan bahwa wilayah ini darurat narkoba,” tegas Hengki di konfirmasi Beritahati.com,Sabtu (10/2).


Hengki menjelaskan kondisi gawat terlihat berdasarkan data yang didapat pihaknya. Trend kejahatan jalanan di tahun 2017 mengalami peningkatan 27 persen, sementara 41 persennya kejahatan narkoba.


“Peningkatan 27 persen ini karena kita aktif menangkap, kalau nggak aktif nggak naik,” ujar Hengki.


Hengki tak menampik terkait narkoba yang ada di Jakarta Barat tak lepas dari adanya dua kampung narkoba yang paling terkenal se-Jakara Barat, Kampung Boncos dan Kampung Ambon,


Kedua kawasan garis merah peredaran narkoba tersebut memiliki peran besar dalam maraknya peredaran narkoba.


Meski demikian, terhadap dua kawasan itu,Hengki menegaskan menjadi konsentrasi penuhnya setelah resmi menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat,Penggrebekan dan operasi bersama berbagai instansi dilakukan.


Hengki mengatakan juga ,keberadaan narkoba di Jakarta Barat, cukup mengkhawatirkan, beberapa tersangka kasus narkoba yang tertangkap di dua kawasan kampung narkoba itu bahkan terjangkit HIV seperti yang penggrebekan pada Rabu lalu di Kampung Boncos,


Tiga dari sembilan tersangka diketahui terindikasi HIV saat di periksa di lapangan usai penggerebekan.


“Bahkan sepupu saya sendiri meninggal di Boncos tapi sepupu tiri di kemanggisan,” ucap Hengki yang tak malu mengungkapkan ini.


Karena itu, Hengki menjelaskan pihaknya akan terus meningkatkan pemberantasan narkoba. Ia pun mengajak MUI dan Pemkot Jakarta Barat serta TNI ,untuk bersama dalam membenahi kampung narkoba.


“Saya yakin Jakbar dalam tiga bulan kedepan kejahatan secara umum akan turun, saya optimis,” ucapnya.


Peningkatan Narkoba


Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto mengiyakan apa yang diungkapkan kapolres. Peningkatan operasi narkoba dilakukan pihaknya saat menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba


Terdata dari tahun 2016-2017 saja, Suhermanto mencatat 2.813 orang berhasil diamankan pihaknya, dengan rincian Pengedar 1.767 Orang, Pemakai 1.044 Orang, dan Produsen dua Orang,Diantara ribuan orang itu, 23 orang diantaranya merupakan anak anak.


Selama tahun itu pula, Suhermanto mencatat barang bukti narkoba hasil pengungkapan di wilayah Jakarta Barat,mencapai jumlah fantastis diantaranya 83 kilo ganja, 206 kilo sabu, ekstasi 36.131 butir, Gorrila 167 gram, heroin 1,25 gram, dan 88 kilo narkoba golongan empat.


Sementara terkait dua kampung narkoba, Suhermanto menjelaskan di kampung boncos selama lima tahun terakhir pihaknya berhasil mengamankan 90 orang bersama dengan barang bukti 90,75 gram sabu, 10 gram putaw, dan 6.000 jarum suntik, dan uang tunai Rp 20 juta.


Sedangkan untuk kampung ambon, Suhermanto menjelaskan dari 13 kali operasi pihaknya berhasil mengamankan 432 orang, dengan barangbukti 221 gram sabu, ganja 5 gram dan uang tunai Rp 115 juta.


Tingginya angka itu, Suhermanto menunjukan peredaran zat terlarang di Jakarta Barat kian mengkhawatirkan. Bahkan hingga awal 2018, dari 110 kasus, polisi berhasil mengamankan 1,3 ton ganja, 686 gram sabu, 1.753 butir ekstasi, dan 2,85 gram tembakau gorilla.


“Sesuai arahan kapolres. Operasi ini juga akan kita tingkatkan. Setelah operasi, maka kami akan lakukan penyuluhan,” ucapnya.


Menanggapi itu, Walikota Jakarta Barat, Anas Efendi menegaskan pihaknya akan membantu polres dalam upaya memberantas narkoba. Ia berjanji akan melaporkan itu kepada Gubernur untuk ditindak lanjuti.


“Kami juga meminta camat lurah untuk melakukan penyuluhan membantu binmas dan babinsa,” ujarnya.