Beritahati.com, Kendari - Kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga dari pemerintah pusat melalui Pertamina telah menjadi salah satu hal yang dinginkan masyarakat khususnya daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).


Oleh sebab itu, Pertamina akan memberlakukan BBM satu harga di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.


Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina MOR VII, Roby Hervindo, mengatakan, pemberlakuan BBM satu harga tersebut hanya satu titik, yakni Kecamatan Wawonii Barat.


"Pada 2018 ini Sulawesi Tenggara mendapatkan lagi satu jatah untuk pemberlakuan BBM satu harga yakni di Kecamatan Wawonii Barat, Konawe Kepulauan," katanya.


Dikatakan, pemberlakuan BBM satu harga satu titik di Konawe Kepulauan itu akan dimulai pada semester III 2018.


Roby menjelaskan bahwa, di Wawonii Barat nantinya akan dibangun SPBU Kompak atau mini yang memiliki satu atau dua nozzel (selang penyalur BBM ke kendaraan). Untuk nilai investasi ia belum dapat memastikan berapa jumlahnya untuk satu unit SPBU mini.


Sebab, sejauh ini Pertamina masih melakukan diskusi dengan calon pengusaha yang akan menjadi mitra Pertamina dalam menjalan usaha penjualan BBM satu harga.


“Kami tidak memungkiri jika BBM satu harga ini telah memberikan dampak yang baik terhadap perekonomian masyarakat di daerah 3T, tapi masih banyak lagi daerah 3T yang belum tersentuh,” tukasnya.


Selama ini, harga BBM di daerah itu jauh di atas harga eceran tertinggi karena belum ada SPBU dan kebutuhan BBM di daerah itu masih menggunakan kapal khusus oleh masyarakat sehingga harganya tinggi karena tambahan biaya transportasi.


"Sebelumnya pada 2017, sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara juga mendapatkan jatah itu yakni ada dua titik terletak di Kabupaten Wakatobi," katanya.


Secara umum kendala Pertamina untuk menetapkan BBM satu harga di daerah 3T cukup berat, mulai dari kondisi geografis daerah tersebut akibat sulitnya akses masuk, kemudian tidak terpantau dengan baik sehingga BBM satu harga tidak sampai ke tangan masyarakat.


Apalagi terkadang pemerintah setempat tidak memberikan support kepada Pertamina karena mereka sendiri menjadi oknum yang menjual BBM diluar harga nasional.