Beritahati.com, Jakarta (15/6) - Bulan Suci Ramadhan segera datang, Di bulan Ramadhan penuh berkah dan hikmah, umat musli selalu menyambutnya. Jika dijalani puasa itu tidak makan dan minum dari sebelum subuh hingga magrib. Otomatis tidak mengeluarkan uang untuk makan siang, camilan maupun rokok. Logikanya pengeluaran kita berkurang, namun tidak dibulan ini justru rentang menjadi bulan pemborosan dan meningginya kebutuhan hidup.


Namun kenyataannya, justru hampir sebagian besar dari kita mengalami pembengkakan pengeluaran selama Ramadhan salah satu penyebabnya harga barang pokok naik, jasa naik, adanya kebiasaan balas dendam, THR Sydrome dan lainnya.


Mungkin sudah tradisi jika di bulan Ramadhan melakukan buka puasa bersama, yang membuat pemborosan adalah jika buka di mall, dimana harga makanan mahal dan biasanya terjadi lapar mata, berikut tertulis dari Persentasi Mike rini, financial planning & edukasi.


Mike mengungkapkan agar pengeluaran tidak membengkak, buka puasa bersama dapat dilakukan di rumah saja. Sehingga bujet yang dikeluarkan lebih kecil serta tidak terjadi belanja yang berlebihan.


“Terjadinya pemborosan tak hanya soal buka puasa, tapi juga adanya sindrom Tunjangan Hari Raya (THR), dimana sebelum mendapat THR sudah banyak yang melakukan belanja keperluan lebaran dengan uang gaji. Sehingga uang gaji pun habis dan saat mendapat THR terpakai untuk membeli keperluan lainnya,”Jelasnya.


Dan salah satu agar tidak pemborosan di Ramadhan yaitu dengan membuat perencanaan belanja sesuai kebutuhan dan bujet yang ada. Dan mulailah memilah-milah kebutuhan yang dibeli dengan gaji rutin dan kebutuhan yang akan dibeli menggunakan dana THR, sehingga pengeluaran tersusun dan tidak akan mengalami pembengkakan. Selamat Mencoba.