Beritahati.com, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Hengki Haryadi menegaskan peristiwa pengeroyokan yang dialami Ustadz Abdul Basit oleh selompok anak jalanan atau biasa disebut anak punk di Jalan KH Syahdan, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, pada Sabtu malam (10/2) adalah murni aksi kriminalitas.


“Sekali lagi, peristiwa ini murni kriminalitas. Pelaku tidak terima ditegur korban. Saat itu korban menegur karena kegiatan nongkrong-nongkrong mereka (anak-anak jalanan, red) meresahkan warga sekitarnpara ,” ujar Hengki saat ditemui Beritahati.com di Mapolres Metro Jakarta Barat, Minggu (11/2).


Lanjut Hengki, hingga kini pihaknya sudah mengamankan sebelas anak jalanan yang telah melakukan pengeroyokan. Tiga di antaranya sudah di tetapkan sebagai tersangka.


“Artinya peran masing-masing anak-anak jalanan itu masih kita dalami," ucap Hengki.


Pengungkapan kasus pengeroyokan terhadap Ustad Abdul Basit ini, kata Hengki, setelah istri korban, Nurliati (32) melaporkan kejadian yang mernimpa suaminya ke Mapolsek Palmerah, Jakarta Barat.


Ternyata setelah didalami, laporan tersebut benar adanya bahwa telah terjadi pengeroyokan yang dilakukan para anak jalanan terhadap Ustad Abdul Basit.


“Beliau (Ustadz Basit) adalah guru agama, pengajar dan dan khotib di lingkungan Masjid di Palmerah. Para pelaku yang diamankan kurang lebih ada 11 orang,“ ujar Hengki.


Selain kerap membuat keributan, tambah Hengki, para anak jalanan ini juga kerap berlaku tak sopan di kawasan tersebut. Misalnya sering kencing sembarangan dan berteriak-teriak keras di malam hari.


Dari 11 remaja yang diamankan, usianya masih di bawah umur. Tiga di antaranya adalah remaja putri.


“Usianya 15 tahun, 16 tahun, jadi ada perlakuan khusus terhadap pelaku saat penyidikan,” ujar Hengki.


Nurliati, istri korban menangatakan kejadian itu bermula saat suaminya menegur kelompok itu saat tengah malam karena berisik. Namun bukannya meminta maaf, kelompok itu kemudian malah memaki-maki ustad.


Tak menghiraukan, Ustad kemudian menuju masjid yang ada dekat rumahnya.


“Rupanya setelah pulang dari masjid suami saya langsung diserang kelompok itu,” ujar Nurliati.


Dalam kondisi terluka, ustad Basit kemudian dibantu warga berobat ke RS Medika Permata Hijau, oleh Medika, ia kemudian dilarikan ke RS Fatmawati sebelum akhirnya kini dirawat intensif di RS Mayapada, Jakarta Selatan.


Kondisi kini telah membaik setelah luka bacoknya mengalami perawatan.


Nurliati menjelaskan, teguran ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya Basit seringkali menegur namun tidak di gubris kelompok itu. Ia pun memilih tak melaporkan kepada polisi lantaran mereka yang nongkrong masih warga sekitar.


“Setiap malam mereka nongkrong, dari jam 10-an malam. Ada cewe juga kok,” ujar Nurliati.


Menanggapi aksi pengeroyokan seorang ustadz oleh anak jalanan di Palmerah, Ketua MUI Jakarta Barat, KH Munahar Muchtar menghimbau agar masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi palsu.


Munahar menjelaskan, dirinya telah melakukan kroscek terhadap kejadian ini. Ia memastikan polisi telah bergerak cepat mengamankan pelaku.


“Jadi saya himbau untuk tetap tenang dan jangan gegabah,serta tidak menyebarkan informasi palsu ,Percayakan sama polisi terhadap kejadian ini,” tandas Munahar.