Beritahati.com, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas atau karib disapa Gus Yaqut ini menyebutkan, pelaku penyerangan terhadap jemaah Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai orang yang tergila-gila agama.


Sebelumnya, penyerang yang bernama Suliyono, warga asal Banyuwangi, memimpikan menikah dengan seorang bidadari jika berhasil melakukan serangan terhadap orang lain. Dan ini merupakan ajaran paham radikal seperti yang diemban ISIS dan semua aliansinya.


Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus teror yang dilaksanakan saat jemaah gereja tengah melaksanakan misa pagi.


Dirinya juga menduga ada motif atau agenda setting atas serangkaian aksi teror belakangan ini.


"Kalau menurut saya, pelaku memang gila, tapi bukan secara psikologis atau fisik, tapi tergila-gila agama. Pelaku gila karena pemahaman agama yang salah," ujarnya.


Gus Yaqut sama sekali tidak yakin pelaku memiliki gangguan mental. Apalagi menurutnya, kasus teror ini terjadi tak lama setelah kejadian yang menimpa tokoh agama secara berturut-turut, mulai dari NU, Persis, hingga seorang biksu di Tangerang.


"Usut tuntas kasus ini dan apa motifnya. Jangan asal dibilang pelakunya diduga gila. Masak dari semua kejadian pelakunya gila semua. Aneh," ujar Yaqut, di sela acara Diklat Terpadu Dasar Pimpinan Cabang GP Ansor Korea Selatan, di Incheon, Minggu (11/2), seperti dilansir CNN.


Menurut info yang diterima Gus Yaqut, pelaku teror di Gereja Santa Lidwina yang diketahui bernama Suliyono itu terindikasi mulai terpapar radikalisme agama pasca Pilkada DKI Jakarta.


Pelaku juga dikenali sebagai mahasiswa dan menjadi santri di Pondok Pesantren Sirojul Muhlisin, Topo Lelono, Secang, Magelang, Jawa Tengah.


Dengan latar belakang pelaku seperti itu, Gus Yaqut menduga ada motif di balik serangkaian kasus teror belakangan ini. Selain motif agama, menurutnya, sangat mungkin ada motif politik di belakangnya.


"Sebab itu, sekali lagi saya minta aparat mengusut tuntas kasus ini, termasuk kasus-kasus sebelumnya. Saya ingatkan kepada pihak-pihak di luar sana, jangan macam-macam terhadap Indonesia, jangan ganggu Indonesia. Kita akan lawan setiap upaya yang mengancam Indonesia," tegasnya.


Gus Yaqut mengingatkan semua pihak agar tidak mempertaruhkan Indonesia untuk kepentingan sesaat atau kepentingan politik atas nama apapun.


"Dengan sumber daya yang kita punya, info yang kita gali, GP Ansor juga sedang cari apa motif sebenarnya yang terjadi. Ini masalah serius. Aparat harus tuntas usut semua kasus tersebut jangan sampai tercipta instabilitas," ujarnya.