Valentine's Day, Gubernur Aceh : Tidak ada larangan, Asal jangan extravaganza

Valentine's Day, Gubernur Aceh : Tidak ada larangan, Asal jangan extravaganza

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tidak pernah mengeluarkan larangan perayaan Valentine's Day atau Hari Valentine di Provinsi Aceh. Menurut Irwandi, memperingati boleh asal tidak berlebihan.


"Tidak pernah mengeluarkan surat. Jadi sebetulnya perayaan boleh saja asal jangan berlebihan, itu hukumnya mubah (boleh) asal jangan timbul ekstravaganzanya," kata Irwandi di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).


Artinya, kata Irwandi, peringatan Valentine's Day boleh asal tidak melanggar hukum (perayaan berlebihan). Larangan perayaan Valentine's Day juga hanya boleh sebatas imbauan. Selain itu, ada syarat-syarat warga yang lain yang tidak suka dan perlu dipertimbangkan.


"Imbauan, bukan larangan, karena kita harus mempertimbangkan syarat-syarat dari warga lain yang nggak suka," tutur dia.


Namun begitu, Irwandi menyerahkan kebijakan boleh atau tidaknya Valentine's Day kepada pemerintah kabupaten/kota yang bersangkutan.


"Bukan mengembalikan, terserah mereka, asal jangan berlebihan. Mengimbau boleh, melarang jangan," ucapnya.


Sebelumnya, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengeluarkan imbauan larangan perayaan Valentine's Day di wilayahnya. Jika ada yang merayakan, akan ditangkap Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH/Polisi Syariah) setempat.


Surat edaran bernomor 451/882/2018, tertanggal 9 Februari 2018 itu ditujukan kepada camat se-Kabupaten Aceh Besar, para kepala sekolah dan pengelola hotel/restoran cafe dalam wilayah Aceh Besar.