Beritahati.com, Majalengka - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka Maman Imanulhaq – Jefry Romdonny (Maju) mendapat nomor urut 1 Sedangkan dua pesaingnya Karna Sobahi – Tarsono Mardiana memperoleh nomor urut 2 dan pasangan Sanwasi – Taufan nomor urut 3.


Demikian hasil undian nomor peserta Pilkada Majalengka 2018 yang dilakukan oleh KPUD Majalengka, di Islamic Center, Majalengka, Selasa malam (13/2).


Kang Maman, sapaan akrab Maman Imanulhaq, menanggapi nomor yang didapatnya dengan santai.


" Saya sudah bilang sebelumnya, berapapun nomor yang kami dapat tak melemahkan atau menguatkan semangat kami untuk berkompetisi dengan sehat pada Pilkada ini," ujarnya seusai pengundian


Maman –Jefry (Maju) diusung PKB, Gerindra, PKS, PAN dan Nasdem, Karna –Tarsono disokong PDIP dan Sanwasi–Taufan didukung Golkar dan Demokrat dan PPP


Nomor urut hasil undian itulah yang akan disosialisasikan oleh masing - masing Paslon selama masa kampanye, mulai 15 Februari 2018.


Nomor Paslon akan dicantumkan pada alat peraga kampanye yang dibuat KPUD Majalengka dan pada kertas suara yang akan dicoblos para pemilih pada pemungutan suara 27 Juni mendatang. Selain nomor urut, pada kertas suara juga dicantumkan foto Paslon.


Kang Maman sangat rileks menjelang pengundian nomor. Sebelum berangkat ke Islamic Center, ia bahkan bersenda gurau dengan awak media di grup whstapp (WA). Politisi PKB itu membuat tebakan berhadiah. Siapa yang tepat menebak nomor yang didapat Maman -Jefry diberi uang pulsa.


Sebelumnya Kang Maman menuturkan, nomor urut hanya ‘penanda’ untuk membedakan kandidat yang satu dengan yang lain, sehingga dirinya oke oke saja berapapun nomor yang diperolehnya.


Selain nomor urut , pasangan Maman –Jefry (Maju) j memiliki ‘penanda’ lain yakni warna biru tosca. Warna itu dipilih sebagai identitas Maman –Jefry , kata dia, arena enak dilihat sehingga disukai semua kalangan.


“ Warna biru tosca akan kami sosialisasikan selama masa kampanye. Ingat biru tosca, ingat Maman - Jefry," ujar pria yang segera mundur dari keanggotaaan DPR RI itu.


Maman- Jefry hadir di Islamic Center mengenakan busana khas santri Sunda, memunculkan kesan nyunda, nyantri dan nyakola.


Nyunda maknanya menghargai kesenian dan budaya lokal, nyantri maksudnya menguasai ilmu agama Islam sebagai spirit perubahan dan perdamaian, nyakola artinya terpelajar dan berfikir rasional.