Berdalih usir genderuwo, dukun cabul setubuhi 3 wanita sekaligus

Berdalih usir genderuwo, dukun cabul setubuhi 3 wanita sekaligus

Reporter : Andrew Tito

Beritahati.com, Jakarta - Aparat Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, menciduk seorang dukun berinisial Dwi Agus Purwanto (40) yang diduga telah mencabuli tiga orang wanita dengan modus menghilangkan makhluk gaib jenis genderuwo.


Tersangka ditangkap di kediamannya di Jalan Muhi Nomor 4 RT10/01 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (13/2).


Sedangkan ketiga wanita yang menjadi korban keberingasan nafsu bejad pelaku, yakni HD (22) SB (23), dan NA (21), hanya bisa meratap sedih hingga melaporkan kasusnya ke Polres Jakarta Selatan .


"Pelaku menyampaikan, untuk menghilangkan makhluk ghaib tersebut supaya tidak terkunci jodohnya ataupun terkunci masa depannya, harus dilakukan terapi ataupun suatu bentuk upacara tertentu," ujar Kepala Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bismo Teguh, Rabu (13/2).


Bismo menjelaskan, awalnya ketiga Korban mendatangi tempat itu hendak meminta bantuan agar bisa mendapatkan jodoh yang diinginkannya. Pelaku selalu menjelaskan pada korban, alasannya tak juga mendapat jodoh karena di tubuh korban berdiam makhluk gaib berupa genderuwo. Sebagian pasien bahkan diajaknya berhubungan badan dengan dalih mengusir jin jahat dalam tersebut.


"Satu-satunya jalan untuk membuka jodoh atau masa depan adalah dengan terapi yang pelaku lakukan. Terapinya itu ya persetubuhan yang dilakukan, tidak ada jalan lain, selain jalan tersebut," ungkap Bismo.


Menurut Bismo, biasanya pemerkosaan dilakukan di rumah tersangka pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, saat anak-anaknya tidur dan istrinya tidak ada di rumah. Demi memuaskan nafsu busuknya, kata Bismo, pelaku meyakinkan korban, ritual persetubuhan itu harus dilakukan berkali-kali.


"Pelaku menjamin pada korban, kemaluannya akan rapat lagi meski menjalani ritual itu," lanjutnya.


Bismo menuturkan, korban yang terperdaya kemudian mendatangi rumah pelaku untuk melakukan ritual persetubuhan. Namun saat pelaku meminta persetubuhan untuk kedua kalinya korban curiga kemudian melaporkan kepada kepolisian.


“Korban yang sadar kemudian melaporkan kepada kepolisian. Kami juga mengamankan barang bukti berupa beberapa peralatan praktik dukun seperti keris berukuran kecil, minyak, kopi serta pakaian yang dipakai sewaktu praktik,” katanya.


Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman 12 tahun penjara.


 

Editor : Tri Sapto Cahyo

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top