Menteri Pertanian hadiri panen jagung Desa Dunggala Gorontalo, 100 ha 620 ton

Menteri Pertanian hadiri panen jagung Desa Dunggala Gorontalo, 100 ha 620 ton
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat Panen Raya Jagung di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo (Foto : Istimewa).
Reporter : Miechell

Beritahati.com, Gorontalo - Panen Jagung Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo turut dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman, dengan luas area yang dipanen kurang lebih 100 hektar.

Kunjungan kerja Amran dalam rangka mengapresiasi pencapaian Provinsi Gorontalo dalam produksi jagung. Lantaran dibanding tahun sebelumnya, produksi jagung Gorontalo 2018 meningkat pesat. 

Selain itu, sistem mekanisasi pertanian terus digalakkan seluruh wilayah produksi jagung Gorontalo, salah satunya penggunaan mesin Corn Combine Harvester (CCH) yang lebih efisien waktu dan biaya. 




Dengan teknologi Corn Combine Harvester, untuk memanen jagung seluas 1 hektar, hanya dibutuhkan waktu 28 jam dengan kebutuhan solar 60 liter. Berbeda dengan panen tanpa mekanisasi yang memakan waktu hingga 34 jam per hektar dengan tenaga panen sekitar 10 org.  

Sebagai pembanding, biaya panen manual khususnya ongkos panen dan angkutan serta biaya pipil/ongkos mesin pipil per hektar mencapai Rp 2,3 juta. Jauh Lebih besar dibandingkan panen dengan CCH yang hanya Rp 900 ribu per hektar. 

Produktivitas jagung di Desa Dunggala mencapai 6,2 sampai 6,5 ton per hektar, dengan harga pipilan Rp 2.300-@p 2.500 per kilogram pada KA 22-25 persen. Jika mencapai KA 17 persen, harga mencapai Rp 3.150 sampai Rp 3.200 per kilogram.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top