Beritahati.com,Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat memaparkan tren kejahatan di wilayahnya pada tahun 2017. Narkoba menjadi kasus dominan di Jakarta Barat.


"Total kasus kejahatan di Jakarta Barat sebanyak 2.818 kasus. Rinciannya, 41,27 persen kasus narkoba, 4,32 persen pencurian dengan pemberatan, 2,34 persen pencurian dengan kekerasan, dan lainnya," beber Kapolres Metro Jakarta Barat Kombespol Hengki Haryadi saat ditemui di Kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu (14/2).


Menurut Hengki, peredaran narkoba ditopang oleh dua kawasan tempat peredaran narkoba yakni Kampung Ambon, Cengkareng dan Kampung Boncos, Palmerah. Dua wilayah ini dikenal dengan Kampung Narkoba.


"Dalam tiga tahun, di Kampung Boncos ada 8 operasi dengan tersangka 99 orang. Kita mengamankan sabu sebanyak 174,75 gram. Sedangkan untuk Kapung Ambon, ada 13 operasi dengan 432 orang menajdi tersangka. Diamankan sabu sebanyak 221,8 gram," ucap Hengki.


Hengki menyayangkan masyarakat di Kampung Narkoba bersifat permisif,pasalnya masyarakat yang tinggal di dalam kawasan kampung narkoba tersebut takut akan ancaman yang datang sari para bandar maupun para pecandunya,


Namun, jika didekati, mereka memberi informasi peredaran narkoba.


"Jadi setelah operasi di Boncos kemarin, kita traktir makan baso kemudian kita dekati dan tanya kenapa mendiamkan. Kemudian dia bilang, 'itu pak bandar juga tapi jangan bilang-bilang dari saya," katanya.


Hengki pun meminta kepada semua pihak untuk membantu kepolisian. Hal ini bisa mengurangi tindak kriminal termasuk Narkoba.


"Katanya, Jepang itu negara teraman disini tahun 1998, saya dikirim untuk belajar sistem keamanan. Disana bukan polisi yang hebat, tapi masyarakat kompak," ujarnya.


Sementara kenyataannya, Kampung Boncos lebih sulit karena gang kecil dan hanya bisa dilalui dengan sepeda motor dan jalan kaki.


Hengki mengatakan bukan sekali dua kali pihaknya melakukan penangkapan dan penggerebekan di kawasan kampung narkoba tersebut namun, aksi peredaran dan pesta narkoba tetap terjadi, bahkan lebih banyak dari sebelumnya.


“Kami gerebek tiap tapi narkoba buktinya semakin meningkat. Bandar banyak yang lolos. Susah sekali disini, tapi kami tak akan menyerah. Kejar dan terus kejar para bandar narkoba di tempat tersebut,” tandasnya.


Hengki juga meminta masyarakat untuk terbuka dengan pihak Kepolisian, dengan memberikan info seputar keadaan peredaran narkoba di Kampung Boncos tersebut.