Beritahati.com, Denpasar - Cara berkendara sebagian besar warga Bali, terlebih Denpasar sebagai Ibukota Provinsi, sangat memprihatinkan. Terutama bagi pengguna kendaraan roda dua atau sepeda motor, memang harus diperbaiki.


Pendidikan keselamatan dan sosialisasi harus dilakukan secara terus menerus untuk mengubah persepsi dan pandangan masyarakat tentang pentingnya berperilaku selamat di jalan. Penanaman nilai-nilai keselamatan jalan harus dimulai sejak usia dini untuk menumbuhkan semangat disiplin berlalu lintas sehingga nilai-nilai tersebut dapat menjadi pegangan dalam berkehidupan.


Hal ini yang diterapkan Subdit Dikyasa Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Polda Bali dalam mengembangkan pembinaan etika, budaya, dan sopan santun berlalu lintas.



Untuk kedua kalinya, sebanyak 69 orang anak-anak Kelas V dan V SD Petra Berkat, Denpasar, dipimpin Kepala Sekolah Wiji Kristiani, mengunjungi Kantor Ditlantas Polda Bali untuk menerima pembinaan etika, budaya dan sopan santun berlalu lintas, Selasa (20/2/2018).


Bagi Wiji, para murid masih beranggapan bahwa polisi menakutkan, akan tetapi pihaknya selalu memberi penjelasan, bahwa polisi tidak seram, melainkan sahabat anak-anak.


“Ini adalah program pembelajaran kami, yang mengajarkan kepada anak dengan metode learning by doing untuk bisa melihat dan melakukan secara langsung. Jadi kami ingin memperkenalkan secara langsung, bagaimana kegiatan di Kepolisian terlebih tentang tata tertib,” ungkap Wiji.



Dalam kesempatan itu, para murid Petra Berkat mendapatkan pengetahuan tentang tata tertib dan budaya lalu lintas dengan cara bernyanyi bersama dan mengenal rambu-rambu lalu lintas. Kemudian mereka diajak melihat ruangan RTMC (Regional Traffic Management Center) untuk memperkenalkan tugas-tugas polisi lalu lintas saat melakukan manajemen lalu lintas.


"Tidak hanya itu, anak-anak juga diberikan pengetahuan tentang cara mengetahui keabsahan atau membedakan mana BPKB maupun STNK yang asli dan palsu," imbuhnya.



Sementara, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Bali, AKBP I Nyoman Sukasena mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program untuk membentuk karakter tertib berlalu lintas sedini mungkin. Kedatangan murid-murid SD Petra Berkat adalah bentuk kesiapan Ditlantas Polda Bali untuk menerima siapa saja yang ingin belajar tentang pengetahuan dan tugas-tugas Polantas.


“Pendidikan berlalu lintas sejak usia dini sangat penting. Sehingga nanti anak-anak ini bisa berlalu lintas baik di lingkungan tempat tinggalnya, sekolahnya maupun di lingkungan umum, saat sudah besar nanti," tandas Nyoman.