Beritahati.com, Jakarta - Ambruknya tiang girder Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di daerah Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (20/2) sekitar pukul 03.30 WIB yang melukai tujuh orang pekerja.


Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Rini Soemarno yang membawahi PT Waskita Karya (WIKA) selaku kontraktor Tol Becakayu untuk mengundurkan diri. Sebab, kejadian tersebut sering terjadi di Indonesia.


"Bila perlu sebagai bentuk pertanggungjawaban menteri PUPR dan menteri BUMN mengundurkan diri atau secara ksatria meletakkan jabatannya," kata Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/2).


Hal ini menandakan kedua kementerian tersebut tidak melakukan pengawasan secara memadai. Bahkan, manajemen konstruksi tidak berjalan sebagaimana mestinya.


"Kejadian yang berulang-ulang terkait ambruknya konstruksi menunjukkan lemahnya kedua kementerian didalam melaksanakan proyek itu," tutur Trubus.


Untuk itu, Trubus menuturkan, kedua kementerian harus menjelaskan kepada masyarakat mengapa kasus-kasus kesalahan konstruksi masih terus terjadi.


Sebenarnya, negara sudah mengatur masalah Itu seperti tertuang dalam UU Jasa Konstruksi.


"Karena itu, segera dilakukan evaluasi mendalam atas kecelakaan itu untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dari kejadian tersebut," pungkasnya.