Beritahati.com, Gresik - Wakil Bupati (Wabup) Gresik Muhammad Qosim, memuji Kecamatan Wringinanom yang menjadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang menyelenggarakan pelantikan Perangkat Desa serentak.


“Sejak saya di sini, hanya Kecamatan Wringinanom yang bisa melaksanakan pelantikan Perangkat Desa serentak. Ini adalah yang pertama dan kami berharap ditiru oleh Kecamatan lainnya,” ujar Wabup saat memberi pengarahan pada Pelantikan Perangkat Desa yang berlangsung di Balai Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom, Selasa (20/2/2018).


Sebanyak 51 orang Perangkat Desa dari 15 Desa se-Kecamatan Wringinanom yang dilantik oleh Kepala Desa (Kades)-nya masing-masing. Namun, pembacaan naskah pelantikannya dilakukan oleh Kades Pedagangan, Supranoto sebagai Ketua Asosiasi Kepala Desa Kecamatan Wringinanom.


Meski serentak, pelantikan para perangkat yaitu Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Urusan (Kaur) maupun Kepala Dusun (Kasun) hasil seleksi beberapa waktu lalu itu berlangsung lancar. Prosesi mulai dari pembacaan naskah pelantikan hingga pakta integritas perangkat tampak lebih khidmat.


Menurut Wabup, ada tiga tugas Utama yang harus dilaksanakan oleh seorang perangkat desa, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat, memberdayakan masyarakat dan memberikan perlindungan kepada masyarakat desa.


“Anda sebagai bagian dari pilar demokrasi yang ada di desa harus mengemban amanat dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Sebagai pelayan masyarakat harus siap kapanpun untuk melayani dengan tulus dan ikhlas,” tegas Wabup Qosim di hadapan para Kades yang baru dilantik.


Sementara itu, Camat Wringinanom Hari Syawaluddin menjelaskan, bahwa upayanya melakukan pelantikan serentak adalah sebagai langkah efisiensi, baik itu waktu, dana, maupun tenaga.


“Usai Pelantikan ini, maka mereka serentak sudah harus melaksanakan tugas. Jadi tak harus menunggu waktu lagi. Sehingga pelaksanaan pemerintahan Kecamatan Wringinanom bisa berjalan sebagaimana mestinya," tuturnya.


Perangkat Desa yang baru dilantik ini kebanyakan mereka yang sudah pernah bekerja, bahkan beberapa diantaranya seorang professional. Berikut beberapa diantaranya :


1) Sekdes Sumbergede, Julaikah Sri Haryati (36). Dia sebelumnya adalah supervisor perusahaan.


2) Sekdes Kesambenkulon, Alimin Hidayat (27). Dia sebelumnya konsultan keuangan.


3) Sekdes Sumberame, Erika Yuastanti (24). Dia sebelumnya seorang sales representative perusahaan asuransi.


Gaji tiga orang tersebut sebenarnya sudah mencapai Upah Minimum Kabupaten (UMK) di tempat sebelumnya. Namun ketika ditanya berapa gajinya nanti saat menjadi Sekdes, mereka bertiga kompak tidak mau memberikan jawaban pasti.