Beritahati.com, Papua Barat - Suku Arfak atau orang Arfak merupakan salah satu kelompok suku besar yang berada di Provinsi Papua Barat. Suku ini terdiri dari beberapa subsuku yaitu Sough, Hatam, Moile dan Meyah. Rumah kaki seribu atau dikenal dengan nama mod aki aksa/igkojei menjadi rumah tradisional khas suku tersebut, yang dibangun dari susunan bambu hingga menyerupai rumah seribu kaki.


Mod aki aksa merupakan bentuk adaptasi orang Arfak terhadap lingkungan geografis,khususnya pegunungan Arfak. Pengunungan ini diketahui memiliki hutan lebat dengan arus sungai yang cukup deras. Tak heran, penyebaran suku Arfak di kawasan pegunungan tersebut turut memengaruhi model bangunan masyarakat setempat.


Secara arsitektur tradisional, mod aki aksa hanya memiliki dua pintu di bagian depan dan belakang tanpa memiliki jendela sebagai ventilasi udara. Bentuknya hampir sama dengan rumah panggung dan mengandalkan kayu, rumput ilalang dan daun pandan sebagai material rumah. Disebut rumah kaki seribu karena konstruksi tiang sebagai penyanggah rumah cukup banyak dengan jarak masing-masing penyanggah hanya sekitar 30 cm. Dilihat dari ukurannya, mod aki aksa memiliki ukuran rumah 8 x 6 meter dengan tinggi panggung sekitar 1 hingga 1,5 meter. Rumah ini memiliki tinggi puncak atap sekitar 4,5 hingga 5 meter.


Konsep konstruksi tradisional mod aki aksa dinilai memiliki filosofi kehidupan yang tidak ternilai. Oleh karena itulah, pada 2016 mod aki aksa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia bersama 150 karya budaya nasional lainnya. Khusus dari Provinsi Papua Barat ada empat karya budaya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, yakni mod aki aksa, banondit, bihim dan igya ser hanjop. Dari Provinsi Papua ada enam karya yang dikukuhkan, yakni wor, aker, khombow, elha, terfo dan honaiI.


Kesepuluh karya budaya Warisan budaya takbenda tersebut masuk dalam kategori atau domain adat istiadat ritus perayaan, kemahiran, kerajinan dan pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai lingkungan alam semesta. Untuk rumah kaki seribu (mod aki aksa/igkojei) karya budaya orang Arfak di Papua Barat masuk dalam domain kemahiran dan kerajinan tradisional.