Beritahati.com, Jakarta - Perhelatan Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur akan digelar secara berkala, di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Gelar seni budaya Jawa Timur ini akan dimulai di minggu pertama bulan Maret 2018 hingga akhir tahun 2018.


Pihak penyelenggara sendiri telah menyiapkan empat delegasi duta seni budaya yang akan tampil di bulan Maret 2018. Yakni, Duta Seni Budaya Kota Probolinggo (4 Maret 2018), Kabupaten Magetan (11 Maret 2018), Kota Kediri (18 Maret 2018), dan Kota Malang (25 Maret 2018). Selanjutnya,


Dewan Pengamat akan mengapresiasi dan menilai penampilan para duta seni budaya tersebut.


Kepala Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dwi Suyanto, mengharapkan masyarakat akan tumpah ruah menyaksikan Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, yang akan digelar secara berkala, di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.


“Kegiatan ini sangat menopang dan mengukuhkan agar budaya Jawa Timur tetap terjaga kelestariannya. Upaya ini diharapkan menjadi sentra wisata rakyat, yang nantinya dapat menjadikan wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Kepala Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dwi Suyanto kepada wartawan di Jakarta baru-baru ini.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo, menjelaskan, pertemuan Dewan Pengamat, menandai dimulainya gelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur 2018.


Dalam pertemuan tersebut, Dewan Pengamat telah menetapkan sejumlah kriteria dalam upaya mengapresiasi kreativitas dan penampilan para duta seni dan budaya dari 32 delegasi Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur.


"Para delegasi duta seni budaya Jawa Timur akan tampil di Anjungan Jawa Timur TMII Jakarta, sepanjang tahun 2018,” terang Samad Widodo.


Acara ini juga dipandu oleh para Dewan Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, yang berlatar belakang dari berbagai disiplin ilmu dan profesi. Mereka adalah, Suryandoro (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Munarno, SE (Praktisi, Pengamat Seni Jawa Timuran & ASN Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur), serta Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).


Dewan Pengamat akan mengapresiasi dan menilai penampilan para duta seni budaya ini. Hasilnya akan diumumkan di ajang Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur.


“Mereka orang-orang yang expert, dedikatif, berintegritas, dan memiliki kompetensi dibidangnya. Kami yakin pandangan dan pemikirannya dapat memberi andil bagi tumbuh kembangnya seni budaya Jawa Timur, baik dari sisi estetika, kreasi, maupun eksibisi,” ungkap Samad.

Acara ini juga bakal dihadiri para seniman, budayawan, pemangku kepentingan, pejabat Kementerian dan Gubernur Jawa Timur. Hal ini kami lakukan agar di masa mendatang para seniman dan pelaku budaya dapat tampil lebih baik.


Masih kata Dwi Suyanto, diharapkan budaya dan adat-istiadat Jawa Timur tetap terjaga nilai-nilai luhur dan estetikanya.


“Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini Badan Penghubung Daerah (Bapenda), melalui Sub Bidang Pengelolaan Anjungan, secara berkelanjutan terus berupaya melestarikan dan memajukan kebudayaan dari hulu hingga hilir,” paparnya.


Dwi menilai, betapa pentingnya ajang anugerah duta seni budaya ini sebagai jendela dunia. Melalui berbagai pertunjukan seni budaya, menurutnya, masyarakat akan mendapat penghiburan, sekaligus informasi potensial wilayah yang dapat direkomendasikan sebagai destinasi wisata.


“Gelaran seni dan budaya penting untuk menjadi destinasi wisata. Apalagi potensi seni budaya Jawa Timur, dengan berbagai karakteristiknya yang khas. Jika dikemas dengan baik, Insya Allah, berdampak pada nilai ekonomis yang dapat menyejahterakan masyarakat,” tutur Dwi.


“Hal ini kami lakukan agar di masa mendatang para seniman dan pelaku budaya dapat tampil lebih baik,” sambung Suryandoro., pengamat seni tradisi.