Beritahati.com, Cirebon - Bunga, begitu nama samaran seorang perempuan asal Cirebon, Jawa Barat, yang membagikan pengalaman pahitnya selama berstatus pelakor (perebut laki orang). Kisah itu dia bagikan lewat media sosial Facebook dengan maksud agar para pelakor lain bisa sadar sebelum terlambat.


Pengalaman pahitnya itu pun ia sampaikan dalam sebuah video berdurasi 9 menit 16 detik. Video itu diunggah di akun Facebook Arsy Hallawi, Rabu (6/3).


“Saya dari Cirebon. Pada tahun 2010 saya mencintai seorang laki-laki, dia dari Majalengka. Tapi dia kerja di Jawa Timur, tepatnya di Bojonegoro,” ucap wanita bercadar itu, sebut saja Melati.


Pada saat kenalan, lanjut dia, pria itu mengaku sebagai duda. Setelah berselang lama, akhirnya keduanya pun pacaran dan sering bertemu.


Setelah lama pacaran, Melati kaget melihat KTP kekasihnya yang sudah berstatus kawin. Dia pun menanyakan hal tersebut kepada sang kekasih dan ternyata dia mengakui jika masih punya istri dan anak.


“Dia nangis dan minta maaf. Karena saya sudah terlanjur cinta, terlalu suka, merasa nyaman dengan dia, akhirnya hubungan kami pun berlanjut, walau pun saya sudah tahu dia punya istri dan punya anak dua,” ucapnya.


Melati merasa bangga karena dia sangat diperhatikan dan dimanjakan oleh lelaki bersuami itu.


“Saya merasa bangga sekali ketika dia menuruti semua kemauan saya. Ia selalu memberikan apa yang saya inginkan, emas, perhiasan, dompet saya selalu penuh, apalagi yang namanya pulsa,” imbuhnya.


“Dia sepertinya takut sekali kehilangan saya, sehingga dia menuruti kemauan saya. Selalu berbohong sama istrinya,” bebernya.


Melihat cintanya yang begitu besar, Melati pun bersedia diajak tinggal di sebuah hotel di Bojonegoro Jawa Timur. Di hotel itu dia tinggal bersama kekasihnya.


Ketika itu, Melati merasa sangat senang karena dia sangat diperhatikan. Dia juga merasa lebih dicintai, karena kekasihnya seolah-olah tak peduli lagi dengan istri dan anaknya.


“Setiap jam 8 malam dia bilang sama istrinya (lewat telepon) saya sudah mau bobo. Nanti mau bangun sholat tahajjud. Padahal saat itu dia bersama saya,” lanjutnya.


Suatu hari, pria itu berencana membelikan rumah untuk Melati. Namun ketika hendak membeli rumah, mertua pria itu (orang tua istri) mengalami kecelakaan hingga uang tersebut harus dipakai untuk membiayai perawatan rumah sakit.


Marah karena tak jadi dibelikan rumah, Melati pun akhirnya menikah dengan seorang pria dengan maksud ingin menyakiti pria tersebut.


“Hubungan sakral saya anggap main-main. Saya menikah dengan suami saya hanya untuk menyakiti pacar saya itu,” lanjutnya.


Awalnya, Melati mengaku bangga karena telah melukai hati pria yang sangat mencintainya itu. Namun hal itu tak berlangsung lama. Sebab, sang mantan mulai menerornya.


Si mantan mengancam akan mengirimkan foto tersebut kepada suami serta keluarga Melati. Akhirnya Melati terpaksa menemui si mantan dan kembali berhubungan.


Lambat laun wanita ini menyayangi suaminya dan bermaksud untuk berubah dan melupakan mantan kekasih. Ia pun mengganti nomor serta menjauhi pria beristri tersebut.


Tak terima ditinggalkan, si mantan benar-benar menghubungi keluarga Melati dan membeberkan perselingkuhan mereka.


Hal ini pun sampai ke telinga suaminya dan akhirnya memilih untuk menceraikan Melati.


Saat bercerai, ia akhirnya mengetahui jika selama ini sang suami masih menjalin hubungan dengan mantan istrinya, hati Melati pun hancur berkeping-keping.


Setelah ditinggalkan dan dipermalukan oleh keluarganya, Melati pun menelpon istri kekasihnya. Niatnya untuk balas dendam agar keduanya juga bercerai.


Namun tanggapan dari sang istri di luar dugaan. Dia malah memohon kepada Melati untuk menjauhi suaminya.


“Saya kembali menjada. Saya minta pacar saya untuk tanggung jawab, tapi dia malah bilang ‘kamu sudah sukses membuat istri saya menangis’. Sekarang saya tidak kenal kamu lagi,” tandasnya.